[ RANSUYA AU ]
⚠️ WARNING ⚠️ *One shot. *Sorry for any typo//tulisan kaga jelas. * MxF//Mitsuya ♀️ * Ransuya slight Dramitsu. *Ga ngerti istilah istilahnya, pokoknya nsfw, kalo ga suka boleh skip.
HAPPY READING Y'ALL
——————————
Ran dan Mitsuya sudah berpacaran selama 2 tahunan, namun sikap Ran dan jalan pikirannya yang susah ditebak membuat Mitsuya harus lebih bersabar menghadapinya. Seperti hal nya yang baru terjadi hari ini...
Ran biasa selalu mampir ke toko butik milik keluarga Mitsuya, tak ada yang dilakukannya melainkan hanya setia memandang Mitsuya yang sedang bekerja ataupun menghadapi para pelanggan setiap harinya. Ia bahkan tidak pernah absen sekalipun, hal itu membuat Mitsuya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan pacarnya, Ran.
Suatu ketika, pelanggan cowok Mitsuya datang untuk menanyakan pesanannya. Kedekatan mereka yang terlalu akrab bagi Ran membuat panas api dalam hatinya memburu. Cemburu. Adalah hal yang dirasakan Ran saat ini.
“Taka, bagaimana pesanan gue Minggu lalu? udah jadi kan?”
“Oooh itu...udah kok Ken, malah udah dari semalam dulu. lo nya aja yang baru datang sekarang”
“soalnya gue ada urusan sih, makanya baru sempet datang sekarang. Cepat juga Lo kerjanya hahaha” draken menepuk pelan pundak Mitsuya. “ Yaelah, macam ga tau aja Lo gimana cara kerjanya gue”, Mitsuya melipat kedua tangannya seakan akan menyombongkan keahliannya.
“Iya dah lu menang. Udah dulu ye, gue pulang. See you—”, draken tanpa sadar mengusap kepala Mitsuya sekilas sebelum beranjak pergi. Sedangkan Mitsuya hanya diam, karena merasa kaget dengan afeksi yang baru ia dapatkan.
Plok..plok..plok...
Suara tepuk tangan yang pelan datang dari ujung sudut membuat Mitsuya kaget. Ia lupa kalau Ran ada disini dari tadi, sudah dipastikan ia Melihat semuanya.
“Ran..., aku...ini bukan seperti yang kamu pikirkan kok” Mitsuya mencoba membela.
“Bagus yah..., Pacar lo ada disini dan lo masih berani gatel Ama cowok lain?, apalagi kalo gue ga ada disini...bisa bisa lebih jauh.” Suaranya pelan hanya saja auranya seperti mengintimidasi.
“Ran..ga gitu, aku juga gak tau kalo dia bakal usap kepalaku..”, langkah Mitsuya berjalan mundur dikala Ran yang terus berjalan maju memojokkannya.
“BACOT LO, EMANG DASARNYA AJA LO PELACUR!!”, Mitsuya kaget mendengar bentakan Ran. Ia tidak menyangka Ran akan semarah ini apalagi ia bahkan belum pernah mendengar sifat lain Ran. Ia ingin rasanya menangis, namun tangannya sudah duluan ditarik kuat seperti menuntut mengikuti kemana arah Ran pergi.
Ran menutup toko Mitsuya secara sepihak, lalu ia membawanya pergi kesebuah hotel yang sepertinya adalah milik keluarga Ran. Sesampainya, ia mendorong Mitsuya secara kasar kearah tempat tidur, lalu menindih tubuh Mitsuya yang lebih mungil. Ia pun dengan kasar merobek pakaian yang dikenakan Mitsuya hingga membuat beberapa kancing bajunya terlepas begitu saja.
“Ran.., please aku bener bener minta maaf tapi tolong jangan lakuin ini, aku belum siap...” Lirih Mitsuya seperti tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
”....”
Ran tidak mendengar permohonan Mitsuya. Ia malah melanjutkan aktivitasnya melucuti pakaian bawah Mitsuya, sehingga sekarang Mitsuya hanya menggunakan atasan yang sudah terbuka berantakan.
Ran mencumbu leher Mitsuya lalu menggigitnya pelan hingga meninggalkan beberapa tanda kepemilikan disana. lalu ia menatap Mitsuya yang sudah menangis terlebih dahulu, Mitsuya menutup kedua matanya karna tak sanggup melihat apa yang terjadi. Ran pun mengecup pelan pelupuk matanya dan mengusap bulir mata yang terus jatuh.
Lalu ia melanjutkannya dengan mencium dua gundukan yang sudah lumayan menegang. Ia memilin dan mengusap lalu menarik ujungnya sehingga membuat Mitsuya sedikit mendesah. Satu tangannya mulai menjamah bagian bawah, ia mengusap pelan bibir vagina Mitsuya lalu melesatkan dua jarinya untuk masuk.
“Argghh—”
“Tidak perlu ditahan sayang...”, suara Ran melembut.
Saat ia merasa dindingnya sudah terbiasa dengan kedua jarinya, ia pun menggerakkan nya perlahan. Ran mencium bibir Mitsuya dan memaksanya untuk membuka mulutnya sehingga lidahnya bisa menerobos masuk dan merogoh isi didalamnya. Dengan terpaksa Mitsuya membukanya, lidah mereka pun bersatu menari saling menghisap.
Saat ia rasa bagian bawah sudah cukup basah, ia mengeluarkan jarinya yang membuat Mitsuya melenguh panjang.
“Hnggggg—”
“Good girl, now you will receive better than this baby.”
Ran menyeringai lalu mulai membuka atasannya sehingga terpampang jelas tubuh Ran yang terawat rapi. Sedangkan bawah Ran yang sedari tadi, sudah menegang memaksa keluar. Ia pun membuka resleting celananya dan mengeluarkan “adiknya”. Mitsuya yang melihat milik Ran, langsung melebarkan matanya, ia tidak bisa membayangkan milik Ran yang begitu besar akan masuk kedalam tubuhnya yang bahkan belum pernah dijamah sebelumnya. Bisa dikatakan Mitsuya adalah perawan dan ini adalah pengalaman pertamanya.
“Ran please, untuk kali ini aku mohon...aku takut...”
“Calm down baby..sakitnya cuman sebentar kok.” Ran kemudian kembali melumat bibir Mitsuya dengan lembut, sedangkan tangannya kembali berusaha membuka dinding pertahanan Mitsuya agar miliknya bisa masuk. Saat ia rasa tubuh Mitsuya sudah mulai menerima, ia pun mendorong miliknya dalam satu hentakan membuat Mitsuya kaget dan menggigit bibir Ran hingga meninggalkan bercak darah, air matanya kembali mengalir.
Perih dan panas adalah hal yang Mitsuya rasakan. Ia tidak bisa mendeskripsikan perasaannya saat ini. Tak lama kemudian Ran pun mulai menggerakkan pinggulnya sehingga batang penisnya keluar masuk.
Perlakuan Ran yang awalnya lembut kini menjadi kasar, bahkan Mitsuya hampir tidak bisa mengimbangi gerakan Ran yang terlalu cepat baginya. Mitsuya yang awalnya malu malu dan merasa takut pun seketika berubah, ia bahkan tak segan segan menarik tengkuk leher Ran dan mencium bibirnya dengan paksa.saat ia merasa sudah mulai mencapai puncaknya, ia meremas dan menarik rambut kepang Ran sehingga secara refleks Ran memiringkan kepalanya
“Rrann...aku-..ngghh....mau keluarrr—...hhhh”, Mitsuya dengan terbata bata mengatakannya.
1...2..3...
Cairan kental pun mulai membanjiri paha Mitsuya, Ia berhasil mencapai pelepasannya yang pertama. Namun berbeda dengan Ran, sampai kini ia bahkan belum mencapai puncaknya. Ia terus menggerakkan pinggulnya lebih dalam. Dan seperkian menit pun ia mulai merasa sesuatu yang mulai bergetar. Mitsuya kaget merasakan sesuatu didalamnya membesar.
“Ran...keluarnya diluar aja yah...hngg...kamu tadi ngga pake penga— ARGHHKKK!!!”
Terlambat sudah, belum sempat Mitsuya menyelesaikan kalimatnya, cairan Ran sudah terlebih dahulu membanjiri lubangnya. Hingga sebagian keluar karena tidak sanggup menampung semuanya.
Mitsuya tumbang rasanya, ia sudah sangat lelah walau ini baru ronde pertama, namun Ran kembali menaikkan pinggul Mitsuya dengan paksa dan terus menghantamnya kuat. Mitsuya memohon untuk berhenti karna ia terlalu lelah namun Ran tak menghiraukannya. Hingga ronde ke dua,ketiga, hingga keempat, Mitsuya pun akhirnya pingsan.
Dengan terpaksa Ran mengakhiri permainan panas mereka. Ia pun membersihkan sisa sisa permainannya dan menopang tubuh mungil Mitsuya ketengah tempat tidur lalu mengambil pakaian baru dari lemari hotel dan memasangkannya kepada Mitsuya.
Setelah itu, ia membawa Mitsuya ke posisi yang nyaman dan menatap lekat wajah manis Mitsuya dikala tertidur pulas. Seutas senyum ia rekahkan walau terlihat samar, tangan kirinya mengusap lembut kepala Mitsuya sedangkan tangan satunya mengusap pelan perut Mitsuya yang sedikit menggembung.
” Gue gabakal lari, dan bakal tanggung jawab atas perbuatan gue... because you are only mine.” Ucap Ran pelan dan kemudian mengecup kening Mitsuya lalu ikut tidur disampingnya.
Tak ada yang tahu bagaimana sikap mereka ketika bertemu dan bertegur sapa dihari esok.
FIN.