[ BAJITORAFUYU AU ]

⚠️ WARNING⚠️ *One shot *Written in Indonesia ( sorry for any typo.) *BxB//sfw,fluff, little angst. *bajitorafuyu x torafuyu *Read with your own risk!

HAPPY READING Y’ALL ———————————

Karna Kazutora adalah anak broken home, jadi Baji berinisiatif untuk mengajaknya main keluar. Sesampainya, ia memperkenalkan Chifuyu (tetangga baru baji) yang usianya lebih muda setahun darinya. Awalnya, Kazutora masih sedikit bingung karna belum terbiasa.

“Oi, Kazut!, Kenalin nih tetanggaku. Namanya Chifuyu”.

”....”

”....”

Kazutora dan Chifuyu hanya saling pandang sebentar lalu tersenyum tanda perkenalan. Canggung, adalah hal yang mereka rrasakan Mulai saat itu, ketiganya menjalin persahabatan.

Namun, setiap mereka jalan bertiga. Kazutora hanya memperhatikan Chifuyu yang lagi asik ngobrol dengan Baji. Dalam hati, Kazutora sedikit menganggap Chifuyu adalah anak yang manis dan ceria.

Ketika SMP, mereka sangat akrab . Kemana – mana pasti selalu bertiga, namun Chifuyu terkadang merasa iri dikala melihat Kazutora yang terlalu akrab dengan Baji. Pun, Kazutora menyadari kalo chifuyu itu suka sama Baji, tapi bukannya mendukung ia malah memanas manasi Chifuyu.

Maka dari itu, setiap hari kerjaan mereka itu yah berantem terus, Baji yang liatnya juga udah mulai capek. Makanya ketika mereka berantem, Baji cuman liatin doang sambil ketawa. Karna menganggap cara berantem mereka itu lucu.

“Apa?, ngajak berantem..?!”, bentak Kazutora lalu memegang pipi Chifuyu dan mengacungkan kepalan tangannya. “Ayo!, Siapa takut..!!”Saut Chifuyu tak mau kalah, sambil mengacungkan jari tengahnya ke arah wajah Kazutora.

“Hahaha...” Sedangkan Baji hanya tertawa melihat perkelahian kecil mereka.

Tapi, begitupun Baji selalu memperhatikan mereka seperti induk yang selalu mengawasi anak anaknya. Walau terkadang Baji juga ikut serta dalam pertengkaran tidak masuk akal mereka.

Kazutora juga sebenarnya mulai merasa lelah karena tiap hari selalu ribut dengan Chifuyu, bahkan seluruh sekolah juga sudah hapal tipikal mereka ketika bertemu. Tapi dia bukanlah orang yang pandai mencari topik. Jadi yah cuman dengan cara ribut, Kazutora bisa dekat dengan Chifuyu.

Sampai suatu hari, Baji meninggal hingga membuat Chifuyu depresi. Apalagi saat itu Kazutora juga dipenjara untuk membayar dosanya. Jadi, biasanya dia selalu curhat ke Michi. Kalau dia merindukan sosok mereka berdua, mengingat dulu mereka bertiga itu selalu akrab, kemana – mana pasti selalu bareng.

Nah, Takemichi nyaranin Chifuyu untuk saling bertukar surat dengan Kazutora yang saat ini berada di dalam sel penjara. Yah, itung itung cara mereka baikan, karna Michi juga udah capek liat mereka dulu yang tiap hari kerjaannya berantem mulu.

Awalnya ia ragu tetapi dalam lubuk hatinya, juga merasa lelah karna mengingat dulu selalu bertengkar dengan Kazutora.

“Mungkin ini memang ide yang bagus..”, serunya dalam hati.

Lalu, surat pertama yang dikirim Chifuyu, tidak mendapat balasan. Namun Chifuyu tetap tidak berhenti mengirimkan surat pada Kazutora.

Walau sebenarnya ada rasa kecewa dan marah tapi ia tidak ingin menyalahkan Kazutora. Sampai suatu hari, Chifuyu sudah mulai merasa bosan karna terus menerus tidak mendapat balasan. Ia ingin berhenti rasanya, Karna menganggap hal yang dilakukannya itu sia sia.

Namun ntah kenapa, Chifuyu merasakan bahwa baji berada disampingnya dan menyemangatinya agar tak putus asa.

Air matanya tiba tiba menetes dikala ia melihat foto kecil mereka bertiga, ketika bermain bersama di tepi pantai. Ia meraba foto itu, sambil menangisi kepergian Baji yang terlalu cepat baginysi

Di sisi lain, Kazutora selalu bersemangat ketika mendapat surat surat dari Chifuyu. Ia selalu membaca dan menyimpannya semua bahkan ia tak membiarkan orang lain untuk menyentuh surat surat tersebut.

Lalu teman sel Kazutora bertanya, kenapa ia tidak mencoba membalas surat surat tersebut jikalau kazutora sendiri juga selalu senang membaca dan menyimpannya.

Ia ingin, tapi ia tidak tahu harus membalas bagaimana.Karna dia bukan orang yang ahli mencari topik pembicaraan.

Karna merasa iba, semua teman selnya pun berinisiatif untuk membantu Kazutora. Mereka selalu mendukung dan menyemangati Kazutora untuk menulis balasan pertamanya.Kazutora merasakan kehangatan “rumah baru” setelah sekian lama ia tidak mendapatkannya karena kepergian Baji.

Chifuyu yang mendapatkan balasan pertamanya merasa senang. Dan setelah itu, mereka selalu bertukar surat .Topik pertama selalu mengenai segala hal tentang Baji, dan masa masa kecil mereka bertiga.

Sampai, lambat laun mereka mulai membahas hal hal pribadi mereka berdua. Mulai dari suka dan duka diri masing masing tanpa pernah menyinggung soal “Baji” lagi. Hangat, itu adalah hal yang dirasakan mereka berdua dikala saling bertukar surat.

Seolah olah Baji adalah sebuah benang yang menghubungkan mereka. Karena Baji, Kazutora mengenal sosok manis seperti Chifuyu. Karena Baji juga sehingga Kazutora dan Chifuyu mulai akrab tanpa adanya pertikaian seperti dulu lagi.

Sampai hari bebasnya Kazutora, Chifuyu berinisiatif untuk menjemputnya. Bahkan, Chifuyu juga sudah menyiapkan segala hal untuk Kazutora pakai nanti.

Saat mereka bertemu, Chifuyu memberikan senyuman terbaiknya.

“..selamat datang kembali, Kazutora.”

”....”

Kazutora tidak bisa mendeskripsikan perasaannya saat ini. Senang, sedih , dan perasaan bersalah menjadi satu.

Dalam perjalanan pulang, Kazutora hanya duduk diam sambil sedikit mencuri pandang ke sosok pemuda yang berada disebelahnya. Netra keemasannya menatap lurus dan sedikit merasa kagum pada sosok disampingnya yang tak lain adalah Chifuyu.

Tak banyak berubah, kecuali Surai emasnya yang kini berubah menjadi hitam legam. Bahkan senyumannya masih seindah dulu. Setidaknya, itulah yang Kazutora pikirkan ketika melihat chifuyu.

“ jangan menatapku seperti itu.., aku jadi tidak bisa fokus”, Chifuyu menyadari tatapan Kazutora kepadanya walau ia sedang melihat kedepan. Ntah mengapa, jantungnya seperti ingin keluar dari tempatnya. Walau begitu, ia mampu menetralkan wajahnya. Aneh. Tapi, mungkin itu adalah salah satu kehebatan Chifuyu.

“Ah, maaf...” Kazutora menundukkan kepalanya, dan beralih menatap ke kaca spion. “hmm...” hening setelahnya.

Sesampainya, Chifuyu langsung memperkenalkan ruangan yang akan dipakai Kazutora seterusnya. Mereka satu rumah, hanya saja Chifuyu mempunyai kamar lebih sehingga ia memberikannya kepada Kazutora.

Malam itu mereka habiskan untuk menata barang barang Kazutora, seperti pakaian hingga perlengkapan pribadi.

Hari begitu cepat berlalu, Kazutora dan Chifuyu pun membangun pet shop bersama yang dulu menjadi impian Baji. Tidak ada lagi kecanggungan antara keduanya namun pertengkaran kecil masih sering terjadi.

BLETAKK!!

“Hei!, Sudah berapa kali kukatakan, jangan letak makanan kucing disini..!!”Chifuyu memukul kepala Kazutora dengan pelan. “Aww..., iye maap dah..” Kazutora meringis pelan sambil memegangi kepalanya.

Namun walau begitu, mereka selalu baikan dalam waktu singkat kemudian tertawa bersama.

Sosok Baji adalah hal yang paling berjasa dalam hubungan mereka. Seperti selalu mengawasi mereka, walau kini raga Baji tidak utuh lagi.

Chifuyu dan Kazutora pun mengunjungi makam Baji setelah sekian lama, mereka curhat semua hal yang dialami selama Baji ga ada.

“apa kau tahu Baji-san?,aku awalnya frustasi atas kepergian mu. Terlebih lagi saat Kazutora masuk penjara, aku benar-benar merasa kesepian...”

Dengan sayu,Chifuyu menatap lurus ke arah batu nisan Baji.

”...aku juga berterima kasih kepadamu, karena mu aku dan Kazutora bisa menjadi lebih akrab...”

Chifuyu menatap Kazutora sekilas, dan tersenyum tulus. Melihatnya, Kazutora merasakan seperti ada kupu-kupu diperutnya. Ia tersipu.

Lalu, dengan cepat ia membuang muka ke lain arah. Chifuyu hanya tertawa canggung melihatnya.

.....

“Maafkan kebodohanku di masa lalu. Aku dulu terlalu labil dan sekarang aku sungguh menyesalinya...”

”...aku bersyukur kamu adalah temanku.Sejujurnya, aku merasa nyaman ketika kamu yang selalu menyentuh pundak ku dan mencoba menghiburku dikala aku sedang hancur...”

“Baji..., Kuharap kamu bisa pergi dengan tenang. Dan soal Chifuyu...,aku berjanji akan menjaganya sebisaku!, jadi jangan khawatir tentang itu...”

Chifuyu melebarkan matanya ketika mendengar kalimat akhir dari Kazutora. Sesuatu dalam dirinya berdetak kencang, namun ia segera menutupinya karena tak ingin Kazutora mendengarnya.

......

“Terimakasih, Baji-san!!”

Lalu, setelah itu mereka berdua membungkukkan badan untuk mengucapkan rasa terimakasihnya.

Angin yang berhembus lembut seperti mengatakan bahwa arwah Baji sudah pergi dengan tenang dan misinya telah berhasil. Chifuyu dan Kazutora secara bersamaan menatap langit biru seolah olah ingin mengantarkan kepergian arwah Baji.

Setelah itu, mereka pun tersenyum bahagia.

FIN.