<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
  <channel>
    <title>_Yum1e_</title>
    <link>https://yum1e.writeas.com/</link>
    <description></description>
    <pubDate>Sat, 04 Apr 2026 07:40:14 +0000</pubDate>
    <item>
      <title>[HITMAN : SIDE MISSION]</title>
      <link>https://yum1e.writeas.com/hitman-side-mission?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[[HITMAN : SIDE MISSION]&#xA;&#xA;Ide           : Muchii&#xA;Penulis    : Yumie&#xA;&#xA;BAB 1&#xA;&#xA;          Norilsk, sebuah kota di jantung Rusia paling utara. Orang-orang menjulukinya sebagai kota kelam, tempat di mana kabut pekat menari abadi di malam panjang tanpa siang, seolah menyembunyikan rahasia yang tak ingin terungkap. Suasana di sana dingin dan mencekam, seperti kota mati yang perlahan-lahan terlupakan. di balik jalanan kosong yang membisu, terukir kisah tentang tiga sosok bayangan. Pembunuh bayaran yang hidup di antara denting peluru dan perintah bisu, mengabdikan diri pada organisasi misterius yang dikenal dengan nama: The Shadow Hand.&#xA;&#xA;  Shean Ed&#xA;         Si leader muda, 29, dengan tubuh tegap, tinggi menjulang. Tatapan hunter eyes miliknya bukan sekadar pandangan biasa, sorot tajam dari mata merah menyala itu seperti predator yang siap menerkam siapa pun yang mengusik ketenangannya. Wajahnya dipahat tegas, rahangnya kokoh dan dingin, menambah kesan bahwa hidup telah mengajarinya lebih banyak hal dibanding usianya yang masih belia. Dalam tim, ia bagaikan bayangan yang selalu berada satu langkah di depan; tenang, cepat, dan cekat namun tetap selalu berpikir logis sebelum bertindak.&#xA;&#xA;  Olga Irina Volkova&#xA;         Cantik, licik, dan tengil. Olga tak pernah kesulitan menarik perhatian, baik di bar, jalanan, atau di tengah medan misi. Membuatnya tak perlu diragukan lagi diposisinya yang  sebagai front line. Mata lilac-nya yang berkilau menyimpan tatapan nakal, seakan selalu punya rahasia kecil yang enggan ia bagikan. Rambut dengan warna senada menari di setiap langkahnya, memancarkan pesona liar wanita berusia 34 tahun yang gemar bergonta-ganti pasangan. Baginya, hidup adalah panggung, dan ia tahu betul cara menjadi bintang di atasnya.&#xA;&#xA;  Mikhael Kristoffer Sørensen&#xA;         Ia adalah pria dewasa yang enggan melepaskan jiwa kekanakan-nya. Di balik usianya yang sudah menginjak 36 tahun, Mikhael lebih sering menaburkan canda ketimbang amarah. Rambut merahnya seperti api yang selalu membara, sepasang mata hijaunya, hidup dan tajam, tersembunyi di balik kacamata tebal yang tak pernah lepas dari wajahnya. Saksi bisu dari ribuan jam yang telah ia habiskan di depan layar. Mikhael bukan sekadar peretas. Ia adalah detektif dalam bayang, pencari celah dalam sistem yang dikira rapat, pemburu rahasia dalam jaringan tanpa wajah. kesetiaan yang tak pernah ragu menjadikannya sebuah alasan mengapa ia selalu menjadi bagian tak tergantikan dalam setiap misi.&#xA;&#xA;         12 tahun bersama, membuat mereka bukan lagi sekadar tim. Mereka adalah senjata berjiwa, presisi yang dibalut loyalitas. Dalam setiap keberhasilan, dalam setiap penyelesaian misi nyaris sempurna, nama mereka terpatri jelas di mata Sergei, si pria dingin yang jarang menunjukkan rasa puas, selalu menaruh pandangan berbeda pada tim ini. Di balik semua tim yang ia miliki, nama mereka selalu menjadi favorit di hatinya.&#xA;&#xA;  &#xA;___________________________________________________&#xA;        &#xA;  CHAPTER 1 : AWAL DARI SEGALANYA&#xA;&#xA;          Malam itu, udara terasa lebih dingin dari biasanya, seolah turut menyambut misi gelap yang telah menanti. Di bawah langit yang muram, mereka melangkah dalam diam, menyatu dengan bayang-bayang malam. Target mereka adalah Ethan, seorang mantan agen yang pernah bekerja dibawah naungan Sergei, ia telah lama menghilang dari radar organisasi. Namun, sikap membelotnya dianggap sebagai sebuah ancaman bagi organisasi. Ethan yang telah lama pensiun dari dunia kelam itu membuat kewaspadaan-nya melemah, ia terlalu lengah dengan kehidupan tenang yang telah ia bangun dengan susah payah. Yang justru menjadi celah bagi mimpi buruk yang akan segera menyelimutinya. &#xA;&#xA;         Dengan keahlian yang telah terasah selama bertahun-tahun, mereka menyusup ke kediamannya tanpa meninggalkan jejak. Tiada alarm berbunyi, tiada anjing penjaga yang menggonggong. Sunyi, terlalu sunyi. Saat Ethan menyadari kehadiran mereka, segalanya sudah terlambat. Sekejap, malam menelan namanya dalam senyap. Misi pun selesai dengan cepat, bersih, dan nyaris tanpa perlawanan. &#xA;       &#xA;&#xA;       Namun, saat mereka hendak meninggalkan tempat itu, Olga mendengar suara tangisan kecil.&#xA;&#xA;&#34;Jangan bilang ada saksi mata?!&#34; Mikhael mengernyit.&#xA;&#xA;       Mereka mengikuti suara itu hingga sampai ke sebuah kamar kecil. Pintu kayunya terbuka sedikit, cukup untuk memperlihatkan isi ruangan yang sederhana. Di sudut, ada sebuah boks kayu yang terlihat usang, dengan nama yang terukir jelas di sisi depannya, Leviandra.&#xA;&#xA;Tak salah lagi. Itu pasti anak Ethan.&#xA;&#xA;Seorang bayi laki-laki, berkisar berusia enam bulan, terbaring lemah di dalamnya. Tubuh mungil itu tampak lelah, seperti sudah terlalu lama menangis sampai kehabisan tenaga. Tatapannya kosong, namun mata birunya yang jernih menatap mereka dengan polos tanpa rasa takut, seolah belum mengerti apa-apa tentang dunia yang sedang terjadi di sekitarnya. &#xA;&#xA;        Mereka terdiam. Sulit membayangkan Ethan yang dulu hidup di dunia penuh kekerasan, memilih membangun keluarga kecil yang tersembunyi dari semua orang.&#xA;        &#xA;Shean, tanpa rasa belas kasih, dengan kejam langsung berkata, &#34;Kita habisi saja sekalian. Tidak ada yang boleh tertinggal.&#34;&#xA;&#xA;Olga langsung menggendong bayi itu dan menatap Shean dengan tatapan mengancam. &#34;Kau gila?! Ini cuma bayi!&#34;&#xA;&#xA;&#34;Bayi yang bisa tumbuh besar dan membalaskan dendam,&#34; balas Shean santai.&#xA;&#xA;Mikhael, yang biasanya selalu sepaham dan mengikuti apapun keputusan Shean tanpa banyak bicara, kali ini justru angkat suara, membela Olga.&#xA;&#xA;&#34;Kita sudah menghabisi ayahnya. Tidak ada gunanya membunuh anak ini.&#34; tegasnya, meski ada sedikit keraguan yang tertahan. &#xA;&#xA;Shean mendesah panjang dan mengusap wajahnya kasar. &#34;Kita pembunuh, bukan pengasuh!&#34; ketusnya dengan nada suara penuh penekanan.&#xA;&#xA;        Namun Olga dan Mikhael sudah bertekad. Mereka membawa bayi itu keluar dari rumah itu dan memutuskan membawanya ke markas rahasia mereka. &#xA;Shean hanya bisa menatap punggung keduanya dengan rasa jengkel yang sulit disembunyikan. Ia tahu ini bukan keputusan yang mudah dan jelas bukan keputusan yang benar menurutnya. Tapi malam sudah terlalu panjang, dan tubuhnya, pun terlalu lelah untuk berdebat lebih lama.&#xA;&#xA;        Dengan berat hati, ia akhirnya mengikuti mereka keluar.  Dari belakang, langkahnya berat, pikirannya kacau dan berkecamuk. Meski hatinya menolak keras, pada akhirnya ia memilih ikut setuju, dengan rasa enggan yang sulit untuk disembunyikan.&#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>[HITMAN : SIDE MISSION]</em></strong></p>

<p><em>Ide           : Muchii</em>
<em>Penulis    : Yumie</em></p>

<p><strong>BAB 1</strong></p>

<p>          Norilsk, sebuah kota di jantung Rusia paling utara. Orang-orang menjulukinya sebagai kota kelam, tempat di mana kabut pekat menari abadi di malam panjang tanpa siang, seolah menyembunyikan rahasia yang tak ingin terungkap. Suasana di sana dingin dan mencekam, seperti kota mati yang perlahan-lahan terlupakan. di balik jalanan kosong yang membisu, terukir kisah tentang tiga sosok bayangan. Pembunuh bayaran yang hidup di antara denting peluru dan perintah bisu, mengabdikan diri pada organisasi misterius yang dikenal dengan nama: <em>The Shadow Hand.</em></p>

<blockquote><p><strong>Shean Ed</strong>
         Si leader muda, 29, dengan tubuh tegap, tinggi menjulang. Tatapan hunter eyes miliknya bukan sekadar pandangan biasa, sorot tajam dari mata merah menyala itu seperti predator yang siap menerkam siapa pun yang mengusik ketenangannya. Wajahnya dipahat tegas, rahangnya kokoh dan dingin, menambah kesan bahwa hidup telah mengajarinya lebih banyak hal dibanding usianya yang masih belia. Dalam tim, ia bagaikan bayangan yang selalu berada satu langkah di depan; tenang, cepat, dan cekat namun tetap selalu berpikir logis sebelum bertindak.</p>

<p><strong>Olga Irina Volkova</strong>
         Cantik, licik, dan tengil. Olga tak pernah kesulitan menarik perhatian, baik di bar, jalanan, atau di tengah medan misi. Membuatnya tak perlu diragukan lagi diposisinya yang  sebagai front line. Mata lilac-nya yang berkilau menyimpan tatapan nakal, seakan selalu punya rahasia kecil yang enggan ia bagikan. Rambut dengan warna senada menari di setiap langkahnya, memancarkan pesona liar wanita berusia 34 tahun yang gemar bergonta-ganti pasangan. Baginya, hidup adalah panggung, dan ia tahu betul cara menjadi bintang di atasnya.</p>

<p><strong>Mikhael Kristoffer Sørensen</strong>
         Ia adalah pria dewasa yang enggan melepaskan jiwa kekanakan-nya. Di balik usianya yang sudah menginjak 36 tahun, Mikhael lebih sering menaburkan canda ketimbang amarah. Rambut merahnya seperti api yang selalu membara, sepasang mata hijaunya, hidup dan tajam, tersembunyi di balik kacamata tebal yang tak pernah lepas dari wajahnya. Saksi bisu dari ribuan jam yang telah ia habiskan di depan layar. Mikhael bukan sekadar peretas. Ia adalah detektif dalam bayang, pencari celah dalam sistem yang dikira rapat, pemburu rahasia dalam jaringan tanpa wajah. kesetiaan yang tak pernah ragu menjadikannya sebuah alasan mengapa ia selalu menjadi bagian tak tergantikan dalam setiap misi.</p></blockquote>

<p>         12 tahun bersama, membuat mereka bukan lagi sekadar tim. Mereka adalah senjata berjiwa, presisi yang dibalut loyalitas. Dalam setiap keberhasilan, dalam setiap penyelesaian misi nyaris sempurna, nama mereka terpatri jelas di mata Sergei, si pria dingin yang jarang menunjukkan rasa puas, selalu menaruh pandangan berbeda pada tim ini. Di balik semua tim yang ia miliki, nama mereka selalu menjadi favorit di hatinya.</p>

<p>___________________________________________________</p>

<blockquote><p>CHAPTER 1 : AWAL DARI SEGALANYA</p></blockquote>

<p>          Malam itu, udara terasa lebih dingin dari biasanya, seolah turut menyambut misi gelap yang telah menanti. Di bawah langit yang muram, mereka melangkah dalam diam, menyatu dengan bayang-bayang malam. Target mereka adalah Ethan, seorang mantan agen yang pernah bekerja dibawah naungan Sergei, ia telah lama menghilang dari radar organisasi. Namun, sikap membelotnya dianggap sebagai sebuah ancaman bagi organisasi. Ethan yang telah lama pensiun dari dunia kelam itu membuat kewaspadaan-nya melemah, ia terlalu lengah dengan kehidupan tenang yang telah ia bangun dengan susah payah. Yang justru menjadi celah bagi mimpi buruk yang akan segera menyelimutinya.</p>

<p>         Dengan keahlian yang telah terasah selama bertahun-tahun, mereka menyusup ke kediamannya tanpa meninggalkan jejak. Tiada alarm berbunyi, tiada anjing penjaga yang menggonggong. Sunyi, terlalu sunyi. Saat Ethan menyadari kehadiran mereka, segalanya sudah terlambat. Sekejap, malam menelan namanya dalam senyap. Misi pun selesai dengan cepat, bersih, dan nyaris tanpa perlawanan.</p>

<p>       Namun, saat mereka hendak meninggalkan tempat itu, Olga mendengar suara tangisan kecil.</p>

<p>“Jangan bilang ada saksi mata?!” Mikhael mengernyit.</p>

<p>       Mereka mengikuti suara itu hingga sampai ke sebuah kamar kecil. Pintu kayunya terbuka sedikit, cukup untuk memperlihatkan isi ruangan yang sederhana. Di sudut, ada sebuah boks kayu yang terlihat usang, dengan nama yang terukir jelas di sisi depannya, Leviandra.</p>

<p>Tak salah lagi. Itu pasti anak Ethan.</p>

<p>Seorang bayi laki-laki, berkisar berusia enam bulan, terbaring lemah di dalamnya. Tubuh mungil itu tampak lelah, seperti sudah terlalu lama menangis sampai kehabisan tenaga. Tatapannya kosong, namun mata birunya yang jernih menatap mereka dengan polos tanpa rasa takut, seolah belum mengerti apa-apa tentang dunia yang sedang terjadi di sekitarnya.</p>

<p>        Mereka terdiam. Sulit membayangkan Ethan yang dulu hidup di dunia penuh kekerasan, memilih membangun keluarga kecil yang tersembunyi dari semua orang.</p>

<p>Shean, tanpa rasa belas kasih, dengan kejam langsung berkata, “Kita habisi saja sekalian. Tidak ada yang boleh tertinggal.”</p>

<p>Olga langsung menggendong bayi itu dan menatap Shean dengan tatapan mengancam. “Kau gila?! Ini cuma bayi!”</p>

<p>“Bayi yang bisa tumbuh besar dan membalaskan dendam,” balas Shean santai.</p>

<p>Mikhael, yang biasanya selalu sepaham dan mengikuti apapun keputusan Shean tanpa banyak bicara, kali ini justru angkat suara, membela Olga.</p>

<p>“Kita sudah menghabisi ayahnya. Tidak ada gunanya membunuh anak ini.” tegasnya, meski ada sedikit keraguan yang tertahan.</p>

<p>Shean mendesah panjang dan mengusap wajahnya kasar. “Kita pembunuh, bukan pengasuh!” ketusnya dengan nada suara penuh penekanan.</p>

<p>        Namun Olga dan Mikhael sudah bertekad. Mereka membawa bayi itu keluar dari rumah itu dan memutuskan membawanya ke markas rahasia mereka.
Shean hanya bisa menatap punggung keduanya dengan rasa jengkel yang sulit disembunyikan. Ia tahu ini bukan keputusan yang mudah dan jelas bukan keputusan yang benar menurutnya. Tapi malam sudah terlalu panjang, dan tubuhnya, pun terlalu lelah untuk berdebat lebih lama.</p>

<p>        Dengan berat hati, ia akhirnya mengikuti mereka keluar.  Dari belakang, langkahnya berat, pikirannya kacau dan berkecamuk. Meski hatinya menolak keras, pada akhirnya ia memilih ikut setuju, dengan rasa enggan yang sulit untuk disembunyikan.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://yum1e.writeas.com/hitman-side-mission</guid>
      <pubDate>Thu, 17 Apr 2025 15:08:21 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>[ RANSUYA AU ]</title>
      <link>https://yum1e.writeas.com/ransuya-au-613f?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[[ RANSUYA AU ]&#xA;&#xA;⚠️ WARNING ⚠️&#xA;One shot.&#xA;Sorry for any typo//tulisan kaga jelas.&#xA;MxF//Mitsuya ♀️&#xA;Ransuya slight Dramitsu.&#xA;*Ga ngerti istilah istilahnya, pokoknya nsfw, kalo ga suka boleh skip.&#xA;&#xA;HAPPY READING Y&#39;ALL&#xA;&#xA;——————————&#xA;&#xA;Ran dan Mitsuya sudah berpacaran selama 2 tahunan, namun sikap Ran dan jalan pikirannya yang susah ditebak membuat Mitsuya harus lebih bersabar menghadapinya. Seperti hal nya yang baru terjadi hari ini...&#xA;&#xA;Ran biasa selalu mampir ke toko butik milik keluarga Mitsuya, tak ada yang dilakukannya melainkan hanya setia memandang Mitsuya yang sedang bekerja ataupun menghadapi para pelanggan setiap harinya. Ia bahkan tidak pernah absen sekalipun, hal itu membuat Mitsuya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan pacarnya, Ran.&#xA;&#xA;Suatu ketika, pelanggan cowok Mitsuya datang untuk menanyakan pesanannya. Kedekatan mereka yang terlalu akrab bagi Ran membuat panas api dalam hatinya memburu. Cemburu. Adalah hal yang dirasakan Ran saat ini.&#xA;&#xA;&#34;Taka, bagaimana pesanan gue Minggu lalu? udah jadi kan?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Oooh itu...udah kok Ken, malah udah dari semalam dulu.  lo nya aja yang baru datang sekarang&#34;&#xA;&#xA;&#34;soalnya gue ada urusan sih, makanya baru sempet datang sekarang. Cepat juga Lo kerjanya hahaha&#34; draken menepuk pelan pundak Mitsuya.&#xA;&#34; Yaelah, macam ga tau aja Lo gimana cara kerjanya gue&#34;, Mitsuya melipat kedua tangannya seakan akan menyombongkan keahliannya.&#xA;&#xA;&#34;Iya dah lu menang. Udah dulu ye, gue pulang. See you—&#34;, draken tanpa sadar mengusap kepala Mitsuya sekilas sebelum beranjak pergi. Sedangkan Mitsuya hanya diam, karena merasa kaget dengan afeksi yang baru ia dapatkan.&#xA;&#xA;Plok..plok..plok...&#xA;&#xA;Suara tepuk tangan yang pelan datang dari ujung sudut membuat Mitsuya kaget. Ia lupa kalau Ran ada disini dari tadi, sudah dipastikan ia Melihat semuanya.&#xA;&#xA;&#34;Ran..., aku...ini bukan seperti yang kamu pikirkan kok&#34; Mitsuya mencoba membela.&#xA;&#xA;&#34;Bagus yah..., Pacar lo ada disini dan lo masih berani gatel Ama cowok lain?, apalagi kalo gue ga ada disini...bisa bisa lebih jauh.&#34; Suaranya pelan hanya saja auranya seperti mengintimidasi.&#xA;&#xA;&#34;Ran..ga gitu, aku juga gak tau kalo dia bakal usap kepalaku..&#34;, langkah Mitsuya berjalan mundur dikala Ran yang terus berjalan maju memojokkannya.&#xA;&#xA;&#34;BACOT LO, EMANG DASARNYA AJA LO PELACUR!!&#34;, Mitsuya kaget mendengar bentakan Ran. Ia tidak menyangka Ran akan semarah ini apalagi ia bahkan belum pernah mendengar sifat lain Ran. Ia ingin rasanya menangis, namun tangannya sudah duluan ditarik kuat seperti menuntut mengikuti kemana arah Ran pergi.&#xA;&#xA;Ran menutup toko Mitsuya secara sepihak, lalu ia membawanya pergi kesebuah hotel yang sepertinya adalah milik keluarga Ran. Sesampainya, ia mendorong Mitsuya secara kasar kearah tempat tidur, lalu menindih tubuh Mitsuya yang lebih mungil. Ia pun dengan kasar merobek pakaian yang dikenakan Mitsuya hingga membuat beberapa kancing bajunya terlepas begitu saja.&#xA;&#xA;&#34;Ran.., please aku bener bener minta maaf tapi tolong jangan lakuin ini, aku belum siap...&#34; Lirih Mitsuya seperti tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.&#xA;&#xA;&#34;....&#34; &#xA;&#xA;Ran tidak mendengar permohonan Mitsuya. Ia malah melanjutkan aktivitasnya melucuti pakaian bawah Mitsuya, sehingga sekarang Mitsuya hanya menggunakan atasan yang sudah terbuka berantakan.&#xA;&#xA;Ran mencumbu leher Mitsuya lalu menggigitnya pelan hingga meninggalkan beberapa tanda kepemilikan disana. lalu ia menatap Mitsuya yang sudah menangis terlebih dahulu, Mitsuya menutup kedua matanya karna tak sanggup melihat apa yang terjadi. Ran pun mengecup pelan pelupuk matanya dan mengusap bulir mata yang terus jatuh.&#xA;&#xA;Lalu ia melanjutkannya dengan mencium dua gundukan yang sudah lumayan menegang. Ia memilin dan mengusap lalu menarik ujungnya sehingga membuat Mitsuya sedikit mendesah. Satu tangannya mulai menjamah bagian bawah, ia mengusap pelan bibir vagina Mitsuya lalu melesatkan dua jarinya untuk masuk.&#xA;&#xA;&#34;Argghh—&#34; &#xA;&#xA;&#34;Tidak perlu ditahan sayang...&#34;, suara Ran melembut.&#xA;&#xA;Saat ia merasa dindingnya sudah terbiasa dengan kedua jarinya, ia pun menggerakkan nya perlahan. Ran mencium bibir Mitsuya dan memaksanya untuk membuka mulutnya sehingga lidahnya bisa menerobos masuk dan merogoh isi didalamnya. Dengan terpaksa Mitsuya membukanya, lidah mereka pun bersatu menari saling menghisap.&#xA;&#xA;Saat ia rasa bagian bawah sudah cukup basah, ia mengeluarkan jarinya yang membuat Mitsuya melenguh panjang.&#xA;&#xA;&#34;Hnggggg—&#34;&#xA;&#xA;&#34;Good girl, now you will receive better than this baby.&#34; &#xA;&#xA;Ran menyeringai lalu mulai membuka atasannya sehingga terpampang jelas tubuh Ran yang terawat rapi. Sedangkan bawah Ran yang sedari tadi, sudah menegang memaksa keluar. Ia pun membuka resleting celananya dan mengeluarkan &#34;adiknya&#34;. Mitsuya yang melihat milik Ran, langsung melebarkan matanya, ia tidak bisa membayangkan milik Ran yang begitu besar akan masuk kedalam tubuhnya yang bahkan belum pernah dijamah sebelumnya. Bisa dikatakan Mitsuya adalah perawan dan ini adalah pengalaman pertamanya.&#xA;&#xA;&#34;Ran please, untuk kali ini aku mohon...aku takut...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Calm down baby..sakitnya cuman sebentar kok.&#34; Ran kemudian kembali melumat bibir Mitsuya dengan lembut, sedangkan tangannya kembali berusaha membuka dinding pertahanan Mitsuya agar miliknya bisa masuk. Saat ia rasa tubuh Mitsuya sudah mulai menerima, ia pun mendorong miliknya dalam satu hentakan membuat Mitsuya kaget dan menggigit bibir Ran hingga meninggalkan bercak darah, air matanya kembali mengalir.&#xA;&#xA;Perih dan panas adalah hal yang Mitsuya rasakan. Ia tidak bisa mendeskripsikan perasaannya saat ini. Tak lama kemudian Ran pun mulai menggerakkan pinggulnya sehingga batang penisnya keluar masuk.&#xA;&#xA;Perlakuan Ran yang awalnya lembut kini menjadi kasar, bahkan Mitsuya hampir tidak bisa mengimbangi gerakan Ran yang terlalu cepat baginya. Mitsuya yang awalnya malu malu dan merasa takut pun seketika berubah, ia bahkan tak segan segan menarik tengkuk leher Ran dan mencium bibirnya dengan paksa.saat ia merasa sudah mulai mencapai puncaknya, ia meremas dan menarik rambut kepang Ran sehingga secara refleks Ran memiringkan kepalanya&#xA;&#xA;&#34;Rrann...aku-..ngghh....mau keluarrr—...hhhh&#34;, Mitsuya dengan terbata bata mengatakannya.&#xA;&#xA;1...2..3...&#xA;&#xA;Cairan kental pun mulai membanjiri paha Mitsuya, Ia berhasil mencapai pelepasannya yang pertama. Namun berbeda dengan Ran, sampai kini ia bahkan belum mencapai puncaknya. Ia terus menggerakkan pinggulnya lebih dalam. Dan seperkian menit pun ia mulai merasa sesuatu yang mulai bergetar. Mitsuya kaget merasakan sesuatu didalamnya membesar.&#xA;&#xA;&#34;Ran...keluarnya diluar aja yah...hngg...kamu tadi ngga pake penga— ARGHHKKK!!!&#34;&#xA;&#xA;Terlambat sudah, belum sempat Mitsuya menyelesaikan kalimatnya, cairan Ran sudah terlebih dahulu membanjiri lubangnya. Hingga sebagian keluar karena tidak sanggup menampung semuanya.&#xA;&#xA;Mitsuya tumbang rasanya, ia sudah sangat lelah walau ini baru ronde pertama, namun Ran kembali menaikkan pinggul Mitsuya dengan paksa dan terus menghantamnya kuat. Mitsuya memohon untuk berhenti karna ia terlalu lelah namun Ran tak menghiraukannya. Hingga ronde ke dua,ketiga, hingga keempat, Mitsuya pun akhirnya pingsan.&#xA;&#xA;Dengan terpaksa Ran mengakhiri permainan panas mereka. Ia pun membersihkan sisa sisa permainannya dan menopang tubuh mungil Mitsuya ketengah tempat tidur lalu mengambil pakaian baru dari lemari hotel dan memasangkannya kepada Mitsuya.&#xA;&#xA;Setelah itu, ia membawa Mitsuya ke posisi yang nyaman dan menatap lekat wajah manis Mitsuya dikala tertidur pulas. Seutas senyum ia rekahkan walau terlihat samar, tangan kirinya mengusap lembut kepala Mitsuya sedangkan tangan satunya mengusap pelan perut Mitsuya yang sedikit menggembung.&#xA;&#xA;&#34; Gue gabakal lari, dan bakal tanggung jawab atas perbuatan gue... because you are only mine.&#34; Ucap Ran pelan dan kemudian mengecup kening Mitsuya lalu ikut tidur disampingnya.&#xA;&#xA;Tak ada yang tahu bagaimana sikap mereka ketika bertemu dan bertegur sapa dihari esok.&#xA;&#xA;FIN.&#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>[ RANSUYA AU ]</p>

<p>⚠️ WARNING ⚠️
*One shot.
*Sorry for any typo//tulisan kaga jelas.
* MxF//Mitsuya ♀️
* Ransuya slight Dramitsu.
*Ga ngerti istilah istilahnya, pokoknya nsfw, kalo ga suka boleh skip.</p>

<p>HAPPY READING Y&#39;ALL</p>

<p>——————————</p>

<p>Ran dan Mitsuya sudah berpacaran selama 2 tahunan, namun sikap Ran dan jalan pikirannya yang susah ditebak membuat Mitsuya harus lebih bersabar menghadapinya. Seperti hal nya yang baru terjadi hari ini...</p>

<p>Ran biasa selalu mampir ke toko butik milik keluarga Mitsuya, tak ada yang dilakukannya melainkan hanya setia memandang Mitsuya yang sedang bekerja ataupun menghadapi para pelanggan setiap harinya. Ia bahkan tidak pernah absen sekalipun, hal itu membuat Mitsuya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan pacarnya, Ran.</p>

<p>Suatu ketika, pelanggan cowok Mitsuya datang untuk menanyakan pesanannya. Kedekatan mereka yang terlalu akrab bagi Ran membuat panas api dalam hatinya memburu. Cemburu. Adalah hal yang dirasakan Ran saat ini.</p>

<p>“Taka, bagaimana pesanan gue Minggu lalu? udah jadi kan?”</p>

<p>“Oooh itu...udah kok Ken, malah udah dari semalam dulu.  lo nya aja yang baru datang sekarang”</p>

<p>“soalnya gue ada urusan sih, makanya baru sempet datang sekarang. Cepat juga Lo kerjanya hahaha” draken menepuk pelan pundak Mitsuya.
“ Yaelah, macam ga tau aja Lo gimana cara kerjanya gue”, Mitsuya melipat kedua tangannya seakan akan menyombongkan keahliannya.</p>

<p>“Iya dah lu menang. Udah dulu ye, gue pulang. See you—”, draken tanpa sadar mengusap kepala Mitsuya sekilas sebelum beranjak pergi. Sedangkan Mitsuya hanya diam, karena merasa kaget dengan afeksi yang baru ia dapatkan.</p>

<p>Plok..plok..plok...</p>

<p>Suara tepuk tangan yang pelan datang dari ujung sudut membuat Mitsuya kaget. Ia lupa kalau Ran ada disini dari tadi, sudah dipastikan ia Melihat semuanya.</p>

<p>“Ran..., aku...ini bukan seperti yang kamu pikirkan kok” Mitsuya mencoba membela.</p>

<p>“Bagus yah..., Pacar lo ada disini dan lo masih berani gatel Ama cowok lain?, apalagi kalo gue ga ada disini...bisa bisa lebih jauh.” Suaranya pelan hanya saja auranya seperti mengintimidasi.</p>

<p>“Ran..ga gitu, aku juga gak tau kalo dia bakal usap kepalaku..”, langkah Mitsuya berjalan mundur dikala Ran yang terus berjalan maju memojokkannya.</p>

<p>“BACOT LO, EMANG DASARNYA AJA LO PELACUR!!”, Mitsuya kaget mendengar bentakan Ran. Ia tidak menyangka Ran akan semarah ini apalagi ia bahkan belum pernah mendengar sifat lain Ran. Ia ingin rasanya menangis, namun tangannya sudah duluan ditarik kuat seperti menuntut mengikuti kemana arah Ran pergi.</p>

<p>Ran menutup toko Mitsuya secara sepihak, lalu ia membawanya pergi kesebuah hotel yang sepertinya adalah milik keluarga Ran. Sesampainya, ia mendorong Mitsuya secara kasar kearah tempat tidur, lalu menindih tubuh Mitsuya yang lebih mungil. Ia pun dengan kasar merobek pakaian yang dikenakan Mitsuya hingga membuat beberapa kancing bajunya terlepas begitu saja.</p>

<p>“Ran.., please aku bener bener minta maaf tapi tolong jangan lakuin ini, aku belum siap...” Lirih Mitsuya seperti tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.</p>

<p>”....”</p>

<p>Ran tidak mendengar permohonan Mitsuya. Ia malah melanjutkan aktivitasnya melucuti pakaian bawah Mitsuya, sehingga sekarang Mitsuya hanya menggunakan atasan yang sudah terbuka berantakan.</p>

<p>Ran mencumbu leher Mitsuya lalu menggigitnya pelan hingga meninggalkan beberapa tanda kepemilikan disana. lalu ia menatap Mitsuya yang sudah menangis terlebih dahulu, Mitsuya menutup kedua matanya karna tak sanggup melihat apa yang terjadi. Ran pun mengecup pelan pelupuk matanya dan mengusap bulir mata yang terus jatuh.</p>

<p>Lalu ia melanjutkannya dengan mencium dua gundukan yang sudah lumayan menegang. Ia memilin dan mengusap lalu menarik ujungnya sehingga membuat Mitsuya sedikit mendesah. Satu tangannya mulai menjamah bagian bawah, ia mengusap pelan bibir vagina Mitsuya lalu melesatkan dua jarinya untuk masuk.</p>

<p>“Argghh—”</p>

<p>“Tidak perlu ditahan sayang...”, suara Ran melembut.</p>

<p>Saat ia merasa dindingnya sudah terbiasa dengan kedua jarinya, ia pun menggerakkan nya perlahan. Ran mencium bibir Mitsuya dan memaksanya untuk membuka mulutnya sehingga lidahnya bisa menerobos masuk dan merogoh isi didalamnya. Dengan terpaksa Mitsuya membukanya, lidah mereka pun bersatu menari saling menghisap.</p>

<p>Saat ia rasa bagian bawah sudah cukup basah, ia mengeluarkan jarinya yang membuat Mitsuya melenguh panjang.</p>

<p>“Hnggggg—”</p>

<p>“Good girl, now you will receive better than this baby.”</p>

<p>Ran menyeringai lalu mulai membuka atasannya sehingga terpampang jelas tubuh Ran yang terawat rapi. Sedangkan bawah Ran yang sedari tadi, sudah menegang memaksa keluar. Ia pun membuka resleting celananya dan mengeluarkan “adiknya”. Mitsuya yang melihat milik Ran, langsung melebarkan matanya, ia tidak bisa membayangkan milik Ran yang begitu besar akan masuk kedalam tubuhnya yang bahkan belum pernah dijamah sebelumnya. Bisa dikatakan Mitsuya adalah perawan dan ini adalah pengalaman pertamanya.</p>

<p>“Ran please, untuk kali ini aku mohon...aku takut...”</p>

<p>“Calm down baby..sakitnya cuman sebentar kok.” Ran kemudian kembali melumat bibir Mitsuya dengan lembut, sedangkan tangannya kembali berusaha membuka dinding pertahanan Mitsuya agar miliknya bisa masuk. Saat ia rasa tubuh Mitsuya sudah mulai menerima, ia pun mendorong miliknya dalam satu hentakan membuat Mitsuya kaget dan menggigit bibir Ran hingga meninggalkan bercak darah, air matanya kembali mengalir.</p>

<p>Perih dan panas adalah hal yang Mitsuya rasakan. Ia tidak bisa mendeskripsikan perasaannya saat ini. Tak lama kemudian Ran pun mulai menggerakkan pinggulnya sehingga batang penisnya keluar masuk.</p>

<p>Perlakuan Ran yang awalnya lembut kini menjadi kasar, bahkan Mitsuya hampir tidak bisa mengimbangi gerakan Ran yang terlalu cepat baginya. Mitsuya yang awalnya malu malu dan merasa takut pun seketika berubah, ia bahkan tak segan segan menarik tengkuk leher Ran dan mencium bibirnya dengan paksa.saat ia merasa sudah mulai mencapai puncaknya, ia meremas dan menarik rambut kepang Ran sehingga secara refleks Ran memiringkan kepalanya</p>

<p>“Rrann...aku-..ngghh....mau keluarrr—...hhhh”, Mitsuya dengan terbata bata mengatakannya.</p>

<p>1...2..3...</p>

<p>Cairan kental pun mulai membanjiri paha Mitsuya, Ia berhasil mencapai pelepasannya yang pertama. Namun berbeda dengan Ran, sampai kini ia bahkan belum mencapai puncaknya. Ia terus menggerakkan pinggulnya lebih dalam. Dan seperkian menit pun ia mulai merasa sesuatu yang mulai bergetar. Mitsuya kaget merasakan sesuatu didalamnya membesar.</p>

<p>“Ran...keluarnya diluar aja yah...hngg...kamu tadi ngga pake penga— ARGHHKKK!!!”</p>

<p>Terlambat sudah, belum sempat Mitsuya menyelesaikan kalimatnya, cairan Ran sudah terlebih dahulu membanjiri lubangnya. Hingga sebagian keluar karena tidak sanggup menampung semuanya.</p>

<p>Mitsuya tumbang rasanya, ia sudah sangat lelah walau ini baru ronde pertama, namun Ran kembali menaikkan pinggul Mitsuya dengan paksa dan terus menghantamnya kuat. Mitsuya memohon untuk berhenti karna ia terlalu lelah namun Ran tak menghiraukannya. Hingga ronde ke dua,ketiga, hingga keempat, Mitsuya pun akhirnya pingsan.</p>

<p>Dengan terpaksa Ran mengakhiri permainan panas mereka. Ia pun membersihkan sisa sisa permainannya dan menopang tubuh mungil Mitsuya ketengah tempat tidur lalu mengambil pakaian baru dari lemari hotel dan memasangkannya kepada Mitsuya.</p>

<p>Setelah itu, ia membawa Mitsuya ke posisi yang nyaman dan menatap lekat wajah manis Mitsuya dikala tertidur pulas. Seutas senyum ia rekahkan walau terlihat samar, tangan kirinya mengusap lembut kepala Mitsuya sedangkan tangan satunya mengusap pelan perut Mitsuya yang sedikit menggembung.</p>

<p>” Gue gabakal lari, dan bakal tanggung jawab atas perbuatan gue... because you are only mine.” Ucap Ran pelan dan kemudian mengecup kening Mitsuya lalu ikut tidur disampingnya.</p>

<p>Tak ada yang tahu bagaimana sikap mereka ketika bertemu dan bertegur sapa dihari esok.</p>

<p>FIN.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://yum1e.writeas.com/ransuya-au-613f</guid>
      <pubDate>Mon, 16 Aug 2021 08:13:40 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>[ RANSUYA AU ]</title>
      <link>https://yum1e.writeas.com/ransuya-au?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[ [ RANSUYA AU ]&#xA;&#xA;⚠️ WARNING ⚠️&#xA;One shot.&#xA;Sorry for any typo//tulisan kaga jelas.&#xA;MxF//Mitsuya ♀️&#xA;Ransuya slight Dramitsu.&#xA;*Ga ngerti istilah istilahnya, pokoknya nsfw, kalo ga suka boleh skip.&#xA;&#xA;HAPPY READING Y&#39;ALL&#xA;&#xA;——————————&#xA;&#xA;Ran dan Mitsuya sudah berpacaran selama 2 tahunan, namun sikap Ran dan jalan pikirannya yang susah ditebak membuat Mitsuya harus lebih bersabar menghadapinya. Seperti hal nya yang baru terjadi hari ini...&#xA;&#xA;Ran biasa selalu mampir ke toko butik milik keluarga Mitsuya, tak ada yang dilakukannya melainkan hanya setia memandang Mitsuya yang sedang bekerja ataupun menghadapi para pelanggan setiap harinya. Ia bahkan tidak pernah absen sekalipun, hal itu membuat Mitsuya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan pacarnya, Ran.&#xA;&#xA;Suatu ketika, pelanggan cowok Mitsuya datang untuk menanyakan pesanannya. Kedekatan mereka yang terlalu akrab bagi Ran membuat panas api dalam hatinya memburu. Cemburu. Adalah hal yang dirasakan Ran saat ini.&#xA;&#xA;&#34;Taka, bagaimana pesanan gue Minggu lalu? udah jadi kan?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Oooh itu...udah kok Ken, malah udah dari semalam dulu.  lo nya aja yang baru datang sekarang&#34;&#xA;&#xA;&#34;soalnya gue ada urusan sih, makanya baru sempet datang sekarang. Cepat juga Lo kerjanya hahaha&#34; draken menepuk pelan pundak Mitsuya.&#xA;&#34; Yaelah, macam ga tau aja Lo gimana cara kerjanya gue&#34;, Mitsuya melipat kedua tangannya seakan akan menyombongkan keahliannya.&#xA;&#xA;&#34;Iya dah lu menang. Udah dulu ye, gue pulang. See you—&#34;, draken tanpa sadar mengusap kepala Mitsuya sekilas sebelum beranjak pergi. Sedangkan Mitsuya hanya diam, karena merasa kaget dengan afeksi yang baru ia dapatkan.&#xA;&#xA;Plok..plok..plok...&#xA;&#xA;Suara tepuk tangan yang pelan datang dari ujung sudut membuat Mitsuya kaget. Ia lupa kalau Ran ada disini dari tadi, sudah dipastikan ia Melihat semuanya.&#xA;&#xA;&#34;Ran..., aku...ini bukan seperti yang kamu pikirkan kok&#34; Mitsuya mencoba membela.&#xA;&#xA;&#34;Bagus yah..., Pacar lo ada disini dan lo masih berani gatel Ama cowok lain?, apalagi kalo gue ga ada disini...bisa bisa lebih jauh.&#34; Suaranya pelan hanya saja auranya seperti mengintimidasi.&#xA;&#xA;&#34;Ran..ga gitu, aku juga gak tau kalo dia bakal usap kepalaku..&#34;, langkah Mitsuya berjalan mundur dikala Ran yang terus berjalan maju memojokkannya.&#xA;&#xA;&#34;BACOT LO, EMANG DASARNYA AJA LO PELACUR!!&#34;, Mitsuya kaget mendengar bentakan Ran. Ia tidak menyangka Ran akan semarah ini apalagi ia bahkan belum pernah mendengar sifat lain Ran. Ia ingin rasanya menangis, namun tangannya sudah duluan ditarik kuat seperti menuntut mengikuti kemana arah Ran pergi.&#xA;&#xA;Ran menutup toko Mitsuya secara sepihak, lalu ia membawanya pergi kesebuah hotel yang sepertinya adalah milik keluarga Ran. Sesampainya, ia mendorong Mitsuya secara kasar kearah tempat tidur, lalu menindih tubuh Mitsuya yang lebih mungil. Ia pun dengan kasar merobek pakaian yang dikenakan Mitsuya hingga membuat beberapa kancing bajunya terlepas begitu saja.&#xA;&#xA;&#34;Ran.., please aku bener bener minta maaf tapi tolong jangan lakuin ini, aku belum siap...&#34; Lirih Mitsuya seperti tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.&#xA;&#xA;&#34;....&#34; &#xA;&#xA;Ran tidak mendengar permohonan Mitsuya. Ia malah melanjutkan aktivitasnya melucuti pakaian bawah Mitsuya, sehingga sekarang Mitsuya hanya menggunakan atasan yang sudah terbuka berantakan.&#xA;&#xA;Ran mencumbu leher Mitsuya lalu menggigitnya pelan hingga meninggalkan beberapa tanda kepemilikan disana. lalu ia menatap Mitsuya yang sudah menangis terlebih dahulu, Mitsuya menutup kedua matanya karna tak sanggup melihat apa yang terjadi. Ran pun mengecup pelan pelupuk matanya dan mengusap bulir mata yang terus jatuh.&#xA;&#xA;Lalu ia melanjutkannya dengan mencium dua gundukan yang sudah lumayan menegang. Ia memilin dan mengusap lalu menarik ujungnya sehingga membuat Mitsuya sedikit mendesah. Satu tangannya mulai menjamah bagian bawah, ia mengusap pelan bibir vagina Mitsuya lalu melesatkan dua jarinya untuk masuk.&#xA;&#xA;&#34;Argghh—&#34; &#xA;&#xA;&#34;Tidak perlu ditahan sayang...&#34;, suara Ran melembut.&#xA;&#xA;Saat ia merasa dindingnya sudah terbiasa dengan kedua jarinya, ia pun menggerakkan nya perlahan. Ran mencium bibir Mitsuya dan memaksanya untuk membuka mulutnya sehingga lidahnya bisa menerobos masuk dan merogoh isi didalamnya. Dengan terpaksa Mitsuya membukanya, lidah mereka pun bersatu menari saling menghisap.&#xA;&#xA;Saat ia rasa bagian bawah sudah cukup basah, ia mengeluarkan jarinya yang membuat Mitsuya melenguh panjang.&#xA;&#xA;&#34;Hnggggg—&#34;&#xA;&#xA;&#34;Good girl, now you will receive better than this baby.&#34; &#xA;&#xA;Ran menyeringai lalu mulai membuka atasannya sehingga terpampang jelas tubuh Ran yang terawat rapi. Sedangkan bawah Ran yang sedari tadi, sudah menegang memaksa keluar. Ia pun membuka resleting celananya dan mengeluarkan &#34;adiknya&#34;. Mitsuya yang melihat milik Ran, langsung melebarkan matanya, ia tidak bisa membayangkan milik Ran yang begitu besar akan masuk kedalam tubuhnya yang bahkan belum pernah dijamah sebelumnya. Bisa dikatakan Mitsuya adalah perawan dan ini adalah pengalaman pertamanya.&#xA;&#xA;&#34;Ran please, untuk kali ini aku mohon...aku takut...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Calm down baby..sakitnya cuman sebentar kok.&#34; Ran kemudian kembali melumat bibir Mitsuya dengan lembut, sedangkan tangannya kembali berusaha membuka dinding pertahanan Mitsuya agar miliknya bisa masuk. Saat ia rasa tubuh Mitsuya sudah mulai menerima, ia pun mendorong miliknya dalam satu hentakan membuat Mitsuya kaget dan menggigit bibir Ran hingga meninggalkan bercak darah, air matanya kembali mengalir.&#xA;&#xA;Perih dan panas adalah hal yang Mitsuya rasakan. Ia tidak bisa mendeskripsikan perasaannya saat ini. Tak lama kemudian Ran pun mulai menggerakkan pinggulnya sehingga batang penisnya keluar masuk.&#xA;&#xA;Perlakuan Ran yang awalnya lembut kini menjadi kasar, bahkan Mitsuya hampir tidak bisa mengimbangi gerakan Ran yang terlalu cepat baginya. Mitsuya yang awalnya malu malu dan merasa takut pun seketika berubah, ia bahkan tak segan segan menarik tengkuk leher Ran dan mencium bibirnya dengan paksa.saat ia merasa sudah mulai mencapai puncaknya, ia meremas dan menarik rambut kepang Ran sehingga secara refleks Ran memiringkan kepalanya&#xA;&#xA;&#34;Rrann...aku-..ngghh....mau keluarrr—...hhhh&#34;, Mitsuya dengan terbata bata mengatakannya.&#xA;&#xA;1...2..3...&#xA;&#xA;Cairan kental pun mulai membanjiri paha Mitsuya, Ia berhasil mencapai pelepasannya yang pertama. Namun berbeda dengan Ran, sampai kini ia bahkan belum mencapai puncaknya. Ia terus menggerakkan pinggulnya lebih dalam. Dan seperkian menit pun ia mulai merasa sesuatu yang mulai bergetar. Mitsuya kaget merasakan sesuatu didalamnya membesar.&#xA;&#xA;&#34;Ran...keluarnya diluar aja yah...hngg...kamu tadi ngga pake penga— ARGHHKKK!!!&#34;&#xA;&#xA;Terlambat sudah, belum sempat Mitsuya menyelesaikan kalimatnya, cairan Ran sudah terlebih dahulu membanjiri lubangnya. Hingga sebagian keluar karena tidak sanggup menampung semuanya.&#xA;&#xA;Mitsuya tumbang rasanya, ia sudah sangat lelah walau ini baru ronde pertama, namun Ran kembali menaikkan pinggul Mitsuya dengan paksa dan terus menghantamnya kuat. Mitsuya memohon untuk berhenti karna ia terlalu lelah namun Ran tak menghiraukannya. Hingga ronde ke dua,ketiga, hingga keempat, Mitsuya pun akhirnya pingsan.&#xA;&#xA;Dengan terpaksa Ran mengakhiri permainan panas mereka. Ia pun membersihkan sisa sisa permainannya dan menopang tubuh mungil Mitsuya ketengah tempat tidur lalu mengambil pakaian baru dari lemari hotel dan memasangkannya kepada Mitsuya.&#xA;&#xA;Setelah itu, ia membawa Mitsuya ke posisi yang nyaman dan menatap lekat wajah manis Mitsuya dikala tertidur pulas. Seutas senyum ia rekahkan walau terlihat samar, tangan kirinya mengusap lembut kepala Mitsuya sedangkan tangan satunya mengusap pelan perut Mitsuya yang sedikit menggembung.&#xA;&#xA;&#34; Gue gabakal lari, dan bakal tanggung jawab atas perbuatan gue... because you are only mine.&#34; Ucap Ran pelan dan kemudian mengecup kening Mitsuya lalu ikut tidur disampingnya.&#xA;&#xA;Tak ada yang tahu bagaimana sikap mereka ketika bertemu dan bertegur sapa dihari esok.&#xA;&#xA;FIN.&#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p> [ RANSUYA AU ]</p>

<p>⚠️ WARNING ⚠️
*One shot.
*Sorry for any typo//tulisan kaga jelas.
* MxF//Mitsuya ♀️
* Ransuya slight Dramitsu.
*Ga ngerti istilah istilahnya, pokoknya nsfw, kalo ga suka boleh skip.</p>

<p>HAPPY READING Y&#39;ALL</p>

<p>——————————</p>

<p>Ran dan Mitsuya sudah berpacaran selama 2 tahunan, namun sikap Ran dan jalan pikirannya yang susah ditebak membuat Mitsuya harus lebih bersabar menghadapinya. Seperti hal nya yang baru terjadi hari ini...</p>

<p>Ran biasa selalu mampir ke toko butik milik keluarga Mitsuya, tak ada yang dilakukannya melainkan hanya setia memandang Mitsuya yang sedang bekerja ataupun menghadapi para pelanggan setiap harinya. Ia bahkan tidak pernah absen sekalipun, hal itu membuat Mitsuya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan pacarnya, Ran.</p>

<p>Suatu ketika, pelanggan cowok Mitsuya datang untuk menanyakan pesanannya. Kedekatan mereka yang terlalu akrab bagi Ran membuat panas api dalam hatinya memburu. Cemburu. Adalah hal yang dirasakan Ran saat ini.</p>

<p>“Taka, bagaimana pesanan gue Minggu lalu? udah jadi kan?”</p>

<p>“Oooh itu...udah kok Ken, malah udah dari semalam dulu.  lo nya aja yang baru datang sekarang”</p>

<p>“soalnya gue ada urusan sih, makanya baru sempet datang sekarang. Cepat juga Lo kerjanya hahaha” draken menepuk pelan pundak Mitsuya.
“ Yaelah, macam ga tau aja Lo gimana cara kerjanya gue”, Mitsuya melipat kedua tangannya seakan akan menyombongkan keahliannya.</p>

<p>“Iya dah lu menang. Udah dulu ye, gue pulang. See you—”, draken tanpa sadar mengusap kepala Mitsuya sekilas sebelum beranjak pergi. Sedangkan Mitsuya hanya diam, karena merasa kaget dengan afeksi yang baru ia dapatkan.</p>

<p>Plok..plok..plok...</p>

<p>Suara tepuk tangan yang pelan datang dari ujung sudut membuat Mitsuya kaget. Ia lupa kalau Ran ada disini dari tadi, sudah dipastikan ia Melihat semuanya.</p>

<p>“Ran..., aku...ini bukan seperti yang kamu pikirkan kok” Mitsuya mencoba membela.</p>

<p>“Bagus yah..., Pacar lo ada disini dan lo masih berani gatel Ama cowok lain?, apalagi kalo gue ga ada disini...bisa bisa lebih jauh.” Suaranya pelan hanya saja auranya seperti mengintimidasi.</p>

<p>“Ran..ga gitu, aku juga gak tau kalo dia bakal usap kepalaku..”, langkah Mitsuya berjalan mundur dikala Ran yang terus berjalan maju memojokkannya.</p>

<p>“BACOT LO, EMANG DASARNYA AJA LO PELACUR!!”, Mitsuya kaget mendengar bentakan Ran. Ia tidak menyangka Ran akan semarah ini apalagi ia bahkan belum pernah mendengar sifat lain Ran. Ia ingin rasanya menangis, namun tangannya sudah duluan ditarik kuat seperti menuntut mengikuti kemana arah Ran pergi.</p>

<p>Ran menutup toko Mitsuya secara sepihak, lalu ia membawanya pergi kesebuah hotel yang sepertinya adalah milik keluarga Ran. Sesampainya, ia mendorong Mitsuya secara kasar kearah tempat tidur, lalu menindih tubuh Mitsuya yang lebih mungil. Ia pun dengan kasar merobek pakaian yang dikenakan Mitsuya hingga membuat beberapa kancing bajunya terlepas begitu saja.</p>

<p>“Ran.., please aku bener bener minta maaf tapi tolong jangan lakuin ini, aku belum siap...” Lirih Mitsuya seperti tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.</p>

<p>”....”</p>

<p>Ran tidak mendengar permohonan Mitsuya. Ia malah melanjutkan aktivitasnya melucuti pakaian bawah Mitsuya, sehingga sekarang Mitsuya hanya menggunakan atasan yang sudah terbuka berantakan.</p>

<p>Ran mencumbu leher Mitsuya lalu menggigitnya pelan hingga meninggalkan beberapa tanda kepemilikan disana. lalu ia menatap Mitsuya yang sudah menangis terlebih dahulu, Mitsuya menutup kedua matanya karna tak sanggup melihat apa yang terjadi. Ran pun mengecup pelan pelupuk matanya dan mengusap bulir mata yang terus jatuh.</p>

<p>Lalu ia melanjutkannya dengan mencium dua gundukan yang sudah lumayan menegang. Ia memilin dan mengusap lalu menarik ujungnya sehingga membuat Mitsuya sedikit mendesah. Satu tangannya mulai menjamah bagian bawah, ia mengusap pelan bibir vagina Mitsuya lalu melesatkan dua jarinya untuk masuk.</p>

<p>“Argghh—”</p>

<p>“Tidak perlu ditahan sayang...”, suara Ran melembut.</p>

<p>Saat ia merasa dindingnya sudah terbiasa dengan kedua jarinya, ia pun menggerakkan nya perlahan. Ran mencium bibir Mitsuya dan memaksanya untuk membuka mulutnya sehingga lidahnya bisa menerobos masuk dan merogoh isi didalamnya. Dengan terpaksa Mitsuya membukanya, lidah mereka pun bersatu menari saling menghisap.</p>

<p>Saat ia rasa bagian bawah sudah cukup basah, ia mengeluarkan jarinya yang membuat Mitsuya melenguh panjang.</p>

<p>“Hnggggg—”</p>

<p>“Good girl, now you will receive better than this baby.”</p>

<p>Ran menyeringai lalu mulai membuka atasannya sehingga terpampang jelas tubuh Ran yang terawat rapi. Sedangkan bawah Ran yang sedari tadi, sudah menegang memaksa keluar. Ia pun membuka resleting celananya dan mengeluarkan “adiknya”. Mitsuya yang melihat milik Ran, langsung melebarkan matanya, ia tidak bisa membayangkan milik Ran yang begitu besar akan masuk kedalam tubuhnya yang bahkan belum pernah dijamah sebelumnya. Bisa dikatakan Mitsuya adalah perawan dan ini adalah pengalaman pertamanya.</p>

<p>“Ran please, untuk kali ini aku mohon...aku takut...”</p>

<p>“Calm down baby..sakitnya cuman sebentar kok.” Ran kemudian kembali melumat bibir Mitsuya dengan lembut, sedangkan tangannya kembali berusaha membuka dinding pertahanan Mitsuya agar miliknya bisa masuk. Saat ia rasa tubuh Mitsuya sudah mulai menerima, ia pun mendorong miliknya dalam satu hentakan membuat Mitsuya kaget dan menggigit bibir Ran hingga meninggalkan bercak darah, air matanya kembali mengalir.</p>

<p>Perih dan panas adalah hal yang Mitsuya rasakan. Ia tidak bisa mendeskripsikan perasaannya saat ini. Tak lama kemudian Ran pun mulai menggerakkan pinggulnya sehingga batang penisnya keluar masuk.</p>

<p>Perlakuan Ran yang awalnya lembut kini menjadi kasar, bahkan Mitsuya hampir tidak bisa mengimbangi gerakan Ran yang terlalu cepat baginya. Mitsuya yang awalnya malu malu dan merasa takut pun seketika berubah, ia bahkan tak segan segan menarik tengkuk leher Ran dan mencium bibirnya dengan paksa.saat ia merasa sudah mulai mencapai puncaknya, ia meremas dan menarik rambut kepang Ran sehingga secara refleks Ran memiringkan kepalanya</p>

<p>“Rrann...aku-..ngghh....mau keluarrr—...hhhh”, Mitsuya dengan terbata bata mengatakannya.</p>

<p>1...2..3...</p>

<p>Cairan kental pun mulai membanjiri paha Mitsuya, Ia berhasil mencapai pelepasannya yang pertama. Namun berbeda dengan Ran, sampai kini ia bahkan belum mencapai puncaknya. Ia terus menggerakkan pinggulnya lebih dalam. Dan seperkian menit pun ia mulai merasa sesuatu yang mulai bergetar. Mitsuya kaget merasakan sesuatu didalamnya membesar.</p>

<p>“Ran...keluarnya diluar aja yah...hngg...kamu tadi ngga pake penga— ARGHHKKK!!!”</p>

<p>Terlambat sudah, belum sempat Mitsuya menyelesaikan kalimatnya, cairan Ran sudah terlebih dahulu membanjiri lubangnya. Hingga sebagian keluar karena tidak sanggup menampung semuanya.</p>

<p>Mitsuya tumbang rasanya, ia sudah sangat lelah walau ini baru ronde pertama, namun Ran kembali menaikkan pinggul Mitsuya dengan paksa dan terus menghantamnya kuat. Mitsuya memohon untuk berhenti karna ia terlalu lelah namun Ran tak menghiraukannya. Hingga ronde ke dua,ketiga, hingga keempat, Mitsuya pun akhirnya pingsan.</p>

<p>Dengan terpaksa Ran mengakhiri permainan panas mereka. Ia pun membersihkan sisa sisa permainannya dan menopang tubuh mungil Mitsuya ketengah tempat tidur lalu mengambil pakaian baru dari lemari hotel dan memasangkannya kepada Mitsuya.</p>

<p>Setelah itu, ia membawa Mitsuya ke posisi yang nyaman dan menatap lekat wajah manis Mitsuya dikala tertidur pulas. Seutas senyum ia rekahkan walau terlihat samar, tangan kirinya mengusap lembut kepala Mitsuya sedangkan tangan satunya mengusap pelan perut Mitsuya yang sedikit menggembung.</p>

<p>” Gue gabakal lari, dan bakal tanggung jawab atas perbuatan gue... because you are only mine.” Ucap Ran pelan dan kemudian mengecup kening Mitsuya lalu ikut tidur disampingnya.</p>

<p>Tak ada yang tahu bagaimana sikap mereka ketika bertemu dan bertegur sapa dihari esok.</p>

<p>FIN.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://yum1e.writeas.com/ransuya-au</guid>
      <pubDate>Sun, 15 Aug 2021 21:10:55 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>[ BAJITORAFUYU AU ]</title>
      <link>https://yum1e.writeas.com/bajitorafuyu-au-1nq8?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[[ BAJITORAFUYU AU ]&#xA;&#xA;⚠️ WARNING⚠️&#xA;One shot &#xA;Written in Indonesia ( sorry for any typo.)&#xA;BxB//sfw,fluff, little angst.&#xA;bajitorafuyu x torafuyu&#xA;*Read with your own risk!&#xA;&#xA;HAPPY READING Y’ALL&#xA; ———————————&#xA;&#xA;     Karna Kazutora merupakan anak broken home, Baji pun berinisiatif untuk mengajaknya main keluar. Sesampainya, ia memperkenalkan Chifuyu (tetangga baru baji) yang usianya lebih muda setahun darinya. Awalnya, Kazutora masih sedikit bingung karna belum terbiasa.&#xA;&#xA;“Oi, Kazut!, Kenalin nih tetangga baruku. Namanya Chifuyu”.&#xA;&#xA;”....”&#xA;&#xA;”....”&#xA;&#xA;Kazutora dan Chifuyu hanya saling pandang sebentar lalu tersenyum tanda perkenalan. Canggung, adalah hal yang mereka rasakan.&#xA;&#xA;Mulai saat itu, ketiganya menjalin persahabatan.&#xA;&#xA;   Namun, setiap mereka jalan bertiga. Kazutora hanya memperhatikan Chifuyu yang lagi asik ngobrol dengan Baji. Dalam hati, Kazutora sedikit menganggap Chifuyu adalah anak yang manis dan ceria.&#xA;&#xA;    Ketika SMP, mereka sangat akrab . Kemana – mana pasti selalu bertiga, namun Chifuyu terkadang merasa iri  dikala melihat Kazutora yang terlalu akrab dengan Baji. Pun, Kazutora menyadari kalau chifuyu itu suka dengan Baji, tapi bukannya mendukung ia malah memanas manasi Chifuyu.&#xA;&#xA;     Maka dari itu, setiap hari kerjaan mereka itu yah berantem terus, Baji yang liatnya juga udah mulai capek. Makanya ketika mereka berantem, Baji cuman liatin doang sambil ketawa. Karna menganggap cara berantem mereka itu lucu.&#xA;&#xA;“Apa?, ngajak berantem..?!”, bentak Kazutora yang lalu memegang pipi Chifuyu dan mengacungkan kepalan tangannya.&#xA;&#xA; “Ayo!, Siapa takut..!!”Saut Chifuyu tak mau kalah, sambil mengacungkan jari tengahnya ke arah wajah Kazutora.&#xA;&#xA;“Hahaha...” Sedangkan Baji hanya tertawa melihat perkelahian kecil mereka.&#xA;&#xA;    Tapi, begitupun Baji selalu memperhatikan mereka seperti induk yang selalu mengawasi anak anaknya. Walau terkadang Baji juga ikut serta dalam pertengkaran tidak masuk akal mereka.&#xA;&#xA;Kazutora juga sebenarnya mulai merasa lelah karena tiap hari selalu ribut dengan Chifuyu, bahkan seluruh sekolah juga sudah hapal tipikal mereka ketika bertemu. Tapi dia bukanlah orang yang pandai mencari topik. Jadi yah cuman dengan cara ribut, Kazutora bisa dekat dengan Chifuyu.&#xA;&#xA;Sampai suatu hari, Baji meninggal hingga membuat Chifuyu depresi. Apalagi saat itu Kazutora juga dipenjara untuk membayar dosanya. Jadi, biasanya dia selalu curhat ke Michi. Kalau dia merindukan sosok mereka berdua, mengingat dulu mereka bertiga itu selalu akrab, kemana – mana pasti selalu bareng.&#xA;&#xA;Nah, Takemichi nyaranin Chifuyu untuk saling bertukar surat dengan Kazutora yang saat ini berada di dalam sel penjara. Yah, itung itung cara mereka baikan, karna Michi juga udah capek liat mereka dulu yang tiap hari kerjaannya berantem mulu.&#xA;&#xA;Awalnya ia ragu tetapi dalam lubuk hatinya, juga merasa lelah karna mengingat dulu selalu bertengkar dengan Kazutora.&#xA;&#xA;“Mungkin ini memang ide yang bagus..”, serunya dalam hati.&#xA;&#xA;    Lalu, surat pertama yang dikirim Chifuyu, tidak mendapat balasan. Namun Chifuyu tetap tidak berhenti mengirimkan surat pada Kazutora.&#xA;&#xA;    Walau sebenarnya ada rasa kecewa dan marah tapi ia tidak ingin menyalahkan Kazutora. Sampai suatu hari, Chifuyu sudah mulai merasa bosan karna terus  menerus tidak mendapat balasan. Ia ingin berhenti rasanya, Karna menganggap hal yang dilakukannya itu sia sia.&#xA;&#xA;Namun ntah kenapa, Chifuyu merasakan bahwa baji berada disampingnya dan menyemangatinya agar tak putus asa.&#xA;&#xA;     Air matanya tiba tiba menetes dikala ia melihat foto kecil mereka bertiga, ketika bermain bersama di tepi pantai. Ia meraba foto itu, sambil menangisi kepergian Baji yang terlalu cepat baginysi&#xA;&#xA;Di sisi lain, Kazutora selalu bersemangat ketika mendapat surat surat dari Chifuyu. Ia selalu membaca dan menyimpannya semua bahkan ia tak membiarkan orang lain untuk menyentuh surat surat tersebut.&#xA;&#xA;Lalu teman sel Kazutora bertanya, kenapa ia tidak mencoba  membalas surat surat tersebut jikalau kazutora sendiri juga selalu senang membaca dan  menyimpannya.&#xA;&#xA;   Ia ingin, tapi ia tidak tahu harus membalas bagaimana.Karna dia bukan orang yang ahli mencari topik pembicaraan.&#xA;&#xA;    Karna merasa iba, semua teman selnya pun berinisiatif untuk membantu Kazutora. Mereka selalu mendukung dan menyemangati Kazutora untuk menulis balasan pertamanya. Kazutora merasakan kehangatan “rumah baru” setelah sekian lama ia tidak mendapatkannya karena kepergian Baji.&#xA;&#xA;   Chifuyu yang mendapatkan balasan pertamanya merasa senang. Dan setelah itu, mereka selalu bertukar surat . Topik pertama selalu mengenai segala hal tentang Baji, dan masa masa kecil mereka bertiga.&#xA;&#xA;Sampai, lambat laun mereka mulai membahas hal hal pribadi mereka berdua. Mulai dari suka dan duka diri masing masing tanpa pernah  menyinggung soal “Baji” lagi. Hangat, itu adalah hal yang dirasakan mereka berdua dikala saling bertukar surat.&#xA;&#xA;Seolah olah Baji adalah sebuah benang yang menghubungkan mereka. Karena  Baji, Kazutora mengenal sosok manis seperti Chifuyu. Karena Baji juga sehingga Kazutora dan Chifuyu mulai akrab tanpa adanya pertikaian seperti dulu lagi.&#xA;&#xA;    Sampai hari bebasnya Kazutora, Chifuyu berinisiatif untuk menjemputnya. Bahkan, Chifuyu juga sudah menyiapkan segala hal untuk Kazutora pakai nanti.&#xA;&#xA;Saat mereka bertemu, Chifuyu memberikan senyuman terbaiknya.&#xA;&#xA;“..selamat datang kembali, Kazutora.”&#xA;&#xA;”....”&#xA;&#xA;Kazutora tidak bisa mendeskripsikan perasaannya saat ini. Senang, sedih , dan perasaan bersalah menjadi satu.&#xA;&#xA;    Dalam perjalanan pulang, Kazutora hanya duduk diam sambil sedikit mencuri pandang ke sosok pemuda yang berada disebelahnya. Netra keemasannya menatap lurus dan sedikit merasa kagum pada sosok disampingnya yang tak lain adalah Chifuyu.&#xA;&#xA;Tak banyak berubah, kecuali Surai emasnya yang kini berubah menjadi hitam legam. Bahkan senyumannya masih seindah dulu. Setidaknya, itulah yang Kazutora pikirkan ketika melihat chifuyu.&#xA;&#xA;“ jangan menatapku seperti itu.., aku jadi tidak bisa fokus”, Chifuyu menyadari tatapan Kazutora kepadanya walau ia sedang melihat kedepan. Ntah mengapa, jantungnya seperti ingin keluar dari tempatnya. Walau begitu, ia mampu menetralkan wajahnya. Aneh. Tapi, mungkin itu adalah salah satu kelebihan Chifuyu.&#xA;&#xA;“Ah, maaf...” Kazutora menundukkan kepalanya, dan beralih menatap ke kaca spion. “hmm...” hening setelahnya.&#xA;&#xA;Sesampainya, Chifuyu langsung memperkenalkan ruangan yang akan dipakai Kazutora seterusnya. Mereka satu rumah, hanya saja Chifuyu mempunyai kamar lebih sehingga ia memberikannya kepada Kazutora.&#xA;&#xA;Malam itu mereka habiskan untuk menata barang barang Kazutora, seperti pakaian hingga perlengkapan pribadi.&#xA;&#xA;Hari begitu cepat berlalu, Kazutora dan Chifuyu pun membangun pet shop bersama yang dulu menjadi impian Baji.  Tidak ada lagi kecanggungan antara keduanya namun pertengkaran kecil masih sering terjadi.&#xA;&#xA;BLETAKK!!&#xA;&#xA;“Hei!, Sudah berapa kali kukatakan, jangan letak makanan kucing disini..!!”Chifuyu memukul kepala Kazutora dengan pelan. “Aww..., iye maap dah..” Kazutora meringis pelan sambil memegangi kepalanya.&#xA;&#xA;Namun walau begitu, mereka selalu baikan dalam waktu singkat kemudian tertawa bersama.&#xA;&#xA;   Sosok Baji adalah hal yang paling berjasa dalam hubungan mereka. Seperti selalu mengawasi mereka, walau kini raga Baji tidak utuh lagi.&#xA;&#xA;    Chifuyu dan Kazutora pun mengunjungi makam Baji setelah sekian lama, mereka curhat semua hal yang dialami selama Baji ga ada.&#xA;&#xA;“apa kau tahu Baji-san?,aku awalnya frustasi atas kepergian mu. Terlebih lagi saat Kazutora masuk penjara, aku benar-benar merasa kesepian...”&#xA;&#xA;Dengan sayu,Chifuyu menatap lurus ke arah batu nisan Baji.&#xA;&#xA;”...aku juga berterima kasih kepadamu, karena mu aku dan Kazutora bisa menjadi lebih akrab...”&#xA;&#xA;Chifuyu menatap Kazutora sekilas, dan tersenyum tulus. Melihatnya, Kazutora merasakan seperti ada kupu-kupu diperutnya. Ia tersipu.&#xA;&#xA;  Lalu, dengan cepat ia membuang muka ke lain arah.  Chifuyu hanya tertawa canggung melihatnya.&#xA;&#xA;.....&#xA;&#xA;“Maafkan kebodohanku di masa lalu. Aku dulu terlalu labil dan sekarang aku sungguh menyesalinya...”&#xA;&#xA;”...aku bersyukur kamu adalah temanku.Sejujurnya, aku merasa nyaman ketika kamu yang selalu menyentuh pundak ku dan mencoba menghiburku dikala aku sedang hancur...”&#xA;&#xA;“Baji..., Kuharap kamu bisa pergi dengan tenang. Dan soal Chifuyu...,aku berjanji akan menjaganya sebisaku!, jadi jangan khawatir tentang itu...”&#xA;&#xA;Chifuyu melebarkan matanya ketika mendengar kalimat akhir dari Kazutora. Sesuatu dalam dirinya berdetak kencang, namun ia segera menutupinya karena tak ingin Kazutora mendengarnya.&#xA;&#xA;......&#xA;&#xA;“Terimakasih, Baji-san!!”&#xA;&#xA;setelah itu mereka berdua membungkukkan badan untuk mengucapkan rasa terimakasihnya.&#xA;&#xA;Angin yang berhembus lembut seperti mengatakan bahwa arwah Baji sudah pergi dengan tenang dan misinya telah berhasil. Chifuyu dan Kazutora secara bersamaan menatap langit biru seolah olah ingin mengantarkan kepergian arwah Baji.&#xA;&#xA;Dan mereka pun tersenyum bahagia.&#xA;&#xA;FIN.&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>[ BAJITORAFUYU AU ]</p>

<p>⚠️ WARNING⚠️
*One shot
*Written in Indonesia ( sorry for any typo.)
*BxB//sfw,fluff, little angst.
*bajitorafuyu x torafuyu
*Read with your own risk!</p>

<p>HAPPY READING Y’ALL
 ———————————</p>

<p>     Karna Kazutora merupakan anak broken home, Baji pun berinisiatif untuk mengajaknya main keluar. Sesampainya, ia memperkenalkan Chifuyu (tetangga baru baji) yang usianya lebih muda setahun darinya. Awalnya, Kazutora masih sedikit bingung karna belum terbiasa.</p>

<p>“Oi, Kazut!, Kenalin nih tetangga baruku. Namanya Chifuyu”.</p>

<p>”....”</p>

<p>”....”</p>

<p>Kazutora dan Chifuyu hanya saling pandang sebentar lalu tersenyum tanda perkenalan. Canggung, adalah hal yang mereka rasakan.</p>

<p>Mulai saat itu, ketiganya menjalin persahabatan.</p>

<p>   Namun, setiap mereka jalan bertiga. Kazutora hanya memperhatikan Chifuyu yang lagi asik ngobrol dengan Baji. Dalam hati, Kazutora sedikit menganggap Chifuyu adalah anak yang manis dan ceria.</p>

<p>    Ketika SMP, mereka sangat akrab . Kemana – mana pasti selalu bertiga, namun Chifuyu terkadang merasa iri  dikala melihat Kazutora yang terlalu akrab dengan Baji. Pun, Kazutora menyadari kalau chifuyu itu suka dengan Baji, tapi bukannya mendukung ia malah memanas manasi Chifuyu.</p>

<p>     Maka dari itu, setiap hari kerjaan mereka itu yah berantem terus, Baji yang liatnya juga udah mulai capek. Makanya ketika mereka berantem, Baji cuman liatin doang sambil ketawa. Karna menganggap cara berantem mereka itu lucu.</p>

<p>“Apa?, ngajak berantem..?!”, bentak Kazutora yang lalu memegang pipi Chifuyu dan mengacungkan kepalan tangannya.</p>

<p> “Ayo!, Siapa takut..!!”Saut Chifuyu tak mau kalah, sambil mengacungkan jari tengahnya ke arah wajah Kazutora.</p>

<p>“Hahaha...” Sedangkan Baji hanya tertawa melihat perkelahian kecil mereka.</p>

<p>    Tapi, begitupun Baji selalu memperhatikan mereka seperti induk yang selalu mengawasi anak anaknya. Walau terkadang Baji juga ikut serta dalam pertengkaran tidak masuk akal mereka.</p>

<p>Kazutora juga sebenarnya mulai merasa lelah karena tiap hari selalu ribut dengan Chifuyu, bahkan seluruh sekolah juga sudah hapal tipikal mereka ketika bertemu. Tapi dia bukanlah orang yang pandai mencari topik. Jadi yah cuman dengan cara ribut, Kazutora bisa dekat dengan Chifuyu.</p>

<p>Sampai suatu hari, Baji meninggal hingga membuat Chifuyu depresi. Apalagi saat itu Kazutora juga dipenjara untuk membayar dosanya. Jadi, biasanya dia selalu curhat ke Michi. Kalau dia merindukan sosok mereka berdua, mengingat dulu mereka bertiga itu selalu akrab, kemana – mana pasti selalu bareng.</p>

<p>Nah, Takemichi nyaranin Chifuyu untuk saling bertukar surat dengan Kazutora yang saat ini berada di dalam sel penjara. Yah, itung itung cara mereka baikan, karna Michi juga udah capek liat mereka dulu yang tiap hari kerjaannya berantem mulu.</p>

<p>Awalnya ia ragu tetapi dalam lubuk hatinya, juga merasa lelah karna mengingat dulu selalu bertengkar dengan Kazutora.</p>

<p>“Mungkin ini memang ide yang bagus..”, serunya dalam hati.</p>

<p>    Lalu, surat pertama yang dikirim Chifuyu, tidak mendapat balasan. Namun Chifuyu tetap tidak berhenti mengirimkan surat pada Kazutora.</p>

<p>    Walau sebenarnya ada rasa kecewa dan marah tapi ia tidak ingin menyalahkan Kazutora. Sampai suatu hari, Chifuyu sudah mulai merasa bosan karna terus  menerus tidak mendapat balasan. Ia ingin berhenti rasanya, Karna menganggap hal yang dilakukannya itu sia sia.</p>

<p>Namun ntah kenapa, Chifuyu merasakan bahwa baji berada disampingnya dan menyemangatinya agar tak putus asa.</p>

<p>     Air matanya tiba tiba menetes dikala ia melihat foto kecil mereka bertiga, ketika bermain bersama di tepi pantai. Ia meraba foto itu, sambil menangisi kepergian Baji yang terlalu cepat baginysi</p>

<p>Di sisi lain, Kazutora selalu bersemangat ketika mendapat surat surat dari Chifuyu. Ia selalu membaca dan menyimpannya semua bahkan ia tak membiarkan orang lain untuk menyentuh surat surat tersebut.</p>

<p>Lalu teman sel Kazutora bertanya, kenapa ia tidak mencoba  membalas surat surat tersebut jikalau kazutora sendiri juga selalu senang membaca dan  menyimpannya.</p>

<p>   Ia ingin, tapi ia tidak tahu harus membalas bagaimana.Karna dia bukan orang yang ahli mencari topik pembicaraan.</p>

<p>    Karna merasa iba, semua teman selnya pun berinisiatif untuk membantu Kazutora. Mereka selalu mendukung dan menyemangati Kazutora untuk menulis balasan pertamanya. Kazutora merasakan kehangatan “rumah baru” setelah sekian lama ia tidak mendapatkannya karena kepergian Baji.</p>

<p>   Chifuyu yang mendapatkan balasan pertamanya merasa senang. Dan setelah itu, mereka selalu bertukar surat . Topik pertama selalu mengenai segala hal tentang Baji, dan masa masa kecil mereka bertiga.</p>

<p>Sampai, lambat laun mereka mulai membahas hal hal pribadi mereka berdua. Mulai dari suka dan duka diri masing masing tanpa pernah  menyinggung soal “Baji” lagi. Hangat, itu adalah hal yang dirasakan mereka berdua dikala saling bertukar surat.</p>

<p>Seolah olah Baji adalah sebuah benang yang menghubungkan mereka. Karena  Baji, Kazutora mengenal sosok manis seperti Chifuyu. Karena Baji juga sehingga Kazutora dan Chifuyu mulai akrab tanpa adanya pertikaian seperti dulu lagi.</p>

<p>    Sampai hari bebasnya Kazutora, Chifuyu berinisiatif untuk menjemputnya. Bahkan, Chifuyu juga sudah menyiapkan segala hal untuk Kazutora pakai nanti.</p>

<p>Saat mereka bertemu, Chifuyu memberikan senyuman terbaiknya.</p>

<p>“..selamat datang kembali, Kazutora.”</p>

<p>”....”</p>

<p>Kazutora tidak bisa mendeskripsikan perasaannya saat ini. Senang, sedih , dan perasaan bersalah menjadi satu.</p>

<p>    Dalam perjalanan pulang, Kazutora hanya duduk diam sambil sedikit mencuri pandang ke sosok pemuda yang berada disebelahnya. Netra keemasannya menatap lurus dan sedikit merasa kagum pada sosok disampingnya yang tak lain adalah Chifuyu.</p>

<p>Tak banyak berubah, kecuali Surai emasnya yang kini berubah menjadi hitam legam. Bahkan senyumannya masih seindah dulu. Setidaknya, itulah yang Kazutora pikirkan ketika melihat chifuyu.</p>

<p>“ jangan menatapku seperti itu.., aku jadi tidak bisa fokus”, Chifuyu menyadari tatapan Kazutora kepadanya walau ia sedang melihat kedepan. Ntah mengapa, jantungnya seperti ingin keluar dari tempatnya. Walau begitu, ia mampu menetralkan wajahnya. Aneh. Tapi, mungkin itu adalah salah satu kelebihan Chifuyu.</p>

<p>“Ah, maaf...” Kazutora menundukkan kepalanya, dan beralih menatap ke kaca spion. “hmm...” hening setelahnya.</p>

<p>Sesampainya, Chifuyu langsung memperkenalkan ruangan yang akan dipakai Kazutora seterusnya. Mereka satu rumah, hanya saja Chifuyu mempunyai kamar lebih sehingga ia memberikannya kepada Kazutora.</p>

<p>Malam itu mereka habiskan untuk menata barang barang Kazutora, seperti pakaian hingga perlengkapan pribadi.</p>

<p>Hari begitu cepat berlalu, Kazutora dan Chifuyu pun membangun pet shop bersama yang dulu menjadi impian Baji.  Tidak ada lagi kecanggungan antara keduanya namun pertengkaran kecil masih sering terjadi.</p>

<p>BLETAKK!!</p>

<p>“Hei!, Sudah berapa kali kukatakan, jangan letak makanan kucing disini..!!”Chifuyu memukul kepala Kazutora dengan pelan. “Aww..., iye maap dah..” Kazutora meringis pelan sambil memegangi kepalanya.</p>

<p>Namun walau begitu, mereka selalu baikan dalam waktu singkat kemudian tertawa bersama.</p>

<p>   Sosok Baji adalah hal yang paling berjasa dalam hubungan mereka. Seperti selalu mengawasi mereka, walau kini raga Baji tidak utuh lagi.</p>

<p>    Chifuyu dan Kazutora pun mengunjungi makam Baji setelah sekian lama, mereka curhat semua hal yang dialami selama Baji ga ada.</p>

<p>“apa kau tahu Baji-san?,aku awalnya frustasi atas kepergian mu. Terlebih lagi saat Kazutora masuk penjara, aku benar-benar merasa kesepian...”</p>

<p>Dengan sayu,Chifuyu menatap lurus ke arah batu nisan Baji.</p>

<p>”...aku juga berterima kasih kepadamu, karena mu aku dan Kazutora bisa menjadi lebih akrab...”</p>

<p>Chifuyu menatap Kazutora sekilas, dan tersenyum tulus. Melihatnya, Kazutora merasakan seperti ada kupu-kupu diperutnya. Ia tersipu.</p>

<p>  Lalu, dengan cepat ia membuang muka ke lain arah.  Chifuyu hanya tertawa canggung melihatnya.</p>

<p>.....</p>

<p>“Maafkan kebodohanku di masa lalu. Aku dulu terlalu labil dan sekarang aku sungguh menyesalinya...”</p>

<p>”...aku bersyukur kamu adalah temanku.Sejujurnya, aku merasa nyaman ketika kamu yang selalu menyentuh pundak ku dan mencoba menghiburku dikala aku sedang hancur...”</p>

<p>“Baji..., Kuharap kamu bisa pergi dengan tenang. Dan soal Chifuyu...,aku berjanji akan menjaganya sebisaku!, jadi jangan khawatir tentang itu...”</p>

<p>Chifuyu melebarkan matanya ketika mendengar kalimat akhir dari Kazutora. Sesuatu dalam dirinya berdetak kencang, namun ia segera menutupinya karena tak ingin Kazutora mendengarnya.</p>

<p>......</p>

<p>“Terimakasih, Baji-san!!”</p>

<p>setelah itu mereka berdua membungkukkan badan untuk mengucapkan rasa terimakasihnya.</p>

<p>Angin yang berhembus lembut seperti mengatakan bahwa arwah Baji sudah pergi dengan tenang dan misinya telah berhasil. Chifuyu dan Kazutora secara bersamaan menatap langit biru seolah olah ingin mengantarkan kepergian arwah Baji.</p>

<p>Dan mereka pun tersenyum bahagia.</p>

<p>FIN.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://yum1e.writeas.com/bajitorafuyu-au-1nq8</guid>
      <pubDate>Wed, 11 Aug 2021 08:13:34 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>[ BAJITORAFUYU AU ]</title>
      <link>https://yum1e.writeas.com/bajitorafuyu-au-wzzc?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[[ BAJITORAFUYU AU ]&#xA;&#xA;⚠️ WARNING⚠️&#xA;One shot&#xA;Written in Indonesia ( sorry for any typo.)&#xA;BxB//sfw,fluff, little angst.&#xA;bajitorafuyu x torafuyu&#xA;*Read with your own risk!&#xA;&#xA;HAPPY READING Y’ALL&#xA; ———————————&#xA;&#xA;     Karna Kazutora merupakan anak broken home, Baji pun berinisiatif untuk mengajaknya main keluar. Sesampainya, ia memperkenalkan Chifuyu (tetangga baru baji) yang usianya lebih muda setahun darinya. Awalnya, Kazutora masih sedikit bingung karna belum terbiasa.&#xA;&#xA;“Oi, Kazut!, Kenalin nih tetangga baruku. Namanya Chifuyu”.&#xA;&#xA;”....”&#xA;&#xA;”....”&#xA;&#xA;Kazutora dan Chifuyu hanya saling pandang sebentar lalu tersenyum tanda perkenalan. Canggung, adalah hal yang mereka rasakan.&#xA;&#xA;Mulai saat itu, ketiganya menjalin persahabatan.&#xA;&#xA;   Namun, setiap mereka jalan bertiga. Kazutora hanya memperhatikan Chifuyu yang lagi asik ngobrol dengan Baji. Dalam hati, Kazutora sedikit menganggap Chifuyu adalah anak yang manis dan ceria.&#xA;&#xA;    Ketika SMP, mereka sangat akrab . Kemana – mana pasti selalu bertiga, namun Chifuyu terkadang merasa iri  dikala melihat Kazutora yang terlalu akrab dengan Baji. Pun, Kazutora menyadari kalau chifuyu itu suka dengan Baji, tapi bukannya mendukung ia malah memanas manasi Chifuyu.&#xA;&#xA;     Maka dari itu, setiap hari kerjaan mereka itu yah berantem terus, Baji yang liatnya juga udah mulai capek. Makanya ketika mereka berantem, Baji cuman liatin doang sambil ketawa. Karna menganggap cara berantem mereka itu lucu.&#xA;&#xA;“Apa?, ngajak berantem..?!”, bentak Kazutora yang lalu memegang pipi Chifuyu dan mengacungkan kepalan tangannya.&#xA;&#xA; “Ayo!, Siapa takut..!!”Saut Chifuyu tak mau kalah, sambil mengacungkan jari tengahnya ke arah wajah Kazutora.&#xA;&#xA;“Hahaha...” Sedangkan Baji hanya tertawa melihat perkelahian kecil mereka.&#xA;&#xA;    Tapi, begitupun Baji selalu memperhatikan mereka seperti induk yang selalu mengawasi anak anaknya. Walau terkadang Baji juga ikut serta dalam pertengkaran tidak masuk akal mereka.&#xA;&#xA;Kazutora juga sebenarnya mulai merasa lelah karena tiap hari selalu ribut dengan Chifuyu, bahkan seluruh sekolah juga sudah hapal tipikal mereka ketika bertemu. Tapi dia bukanlah orang yang pandai mencari topik. Jadi yah cuman dengan cara ribut, Kazutora bisa dekat dengan Chifuyu.&#xA;&#xA;Sampai suatu hari, Baji meninggal hingga membuat Chifuyu depresi. Apalagi saat itu Kazutora juga dipenjara untuk membayar dosanya. Jadi, biasanya dia selalu curhat ke Michi. Kalau dia merindukan sosok mereka berdua, mengingat dulu mereka bertiga itu selalu akrab, kemana – mana pasti selalu bareng.&#xA;&#xA;Nah, Takemichi nyaranin Chifuyu untuk saling bertukar surat dengan Kazutora yang saat ini berada di dalam sel penjara. Yah, itung itung cara mereka baikan, karna Michi juga udah capek liat mereka dulu yang tiap hari kerjaannya berantem mulu.&#xA;&#xA;Awalnya ia ragu tetapi dalam lubuk hatinya, juga merasa lelah karna mengingat dulu selalu bertengkar dengan Kazutora.&#xA;&#xA;“Mungkin ini memang ide yang bagus..”, serunya dalam hati.&#xA;&#xA;    Lalu, surat pertama yang dikirim Chifuyu, tidak mendapat balasan. Namun Chifuyu tetap tidak berhenti mengirimkan surat pada Kazutora.&#xA;&#xA;    Walau sebenarnya ada rasa kecewa dan marah tapi ia tidak ingin menyalahkan Kazutora. Sampai suatu hari, Chifuyu sudah mulai merasa bosan karna terus  menerus tidak mendapat balasan. Ia ingin berhenti rasanya, Karna menganggap hal yang dilakukannya itu sia sia.&#xA;&#xA;Namun ntah kenapa, Chifuyu merasakan bahwa baji berada disampingnya dan menyemangatinya agar tak putus asa.&#xA;&#xA;     Air matanya tiba tiba menetes dikala ia melihat foto kecil mereka bertiga, ketika bermain bersama di tepi pantai. Ia meraba foto itu, sambil menangisi kepergian Baji yang terlalu cepat baginysi&#xA;&#xA;Di sisi lain, Kazutora selalu bersemangat ketika mendapat surat surat dari Chifuyu. Ia selalu membaca dan menyimpannya semua bahkan ia tak membiarkan orang lain untuk menyentuh surat surat tersebut.&#xA;&#xA;Lalu teman sel Kazutora bertanya, kenapa ia tidak mencoba  membalas surat surat tersebut jikalau kazutora sendiri juga selalu senang membaca dan  menyimpannya.&#xA;&#xA;   Ia ingin, tapi ia tidak tahu harus membalas bagaimana.Karna dia bukan orang yang ahli mencari topik pembicaraan.&#xA;&#xA;    Karna merasa iba, semua teman selnya pun berinisiatif untuk membantu Kazutora. Mereka selalu mendukung dan menyemangati Kazutora untuk menulis balasan pertamanya. Kazutora merasakan kehangatan “rumah baru” setelah sekian lama ia tidak mendapatkannya karena kepergian Baji.&#xA;&#xA;   Chifuyu yang mendapatkan balasan pertamanya merasa senang. Dan setelah itu, mereka selalu bertukar surat . Topik pertama selalu mengenai segala hal tentang Baji, dan masa masa kecil mereka bertiga.&#xA;&#xA;Sampai, lambat laun mereka mulai membahas hal hal pribadi mereka berdua. Mulai dari suka dan duka diri masing masing tanpa pernah  menyinggung soal “Baji” lagi. Hangat, itu adalah hal yang dirasakan mereka berdua dikala saling bertukar surat.&#xA;&#xA;Seolah olah Baji adalah sebuah benang yang menghubungkan mereka. Karena  Baji, Kazutora mengenal sosok manis seperti Chifuyu. Karena Baji juga sehingga Kazutora dan Chifuyu mulai akrab tanpa adanya pertikaian seperti dulu lagi.&#xA;&#xA;    Sampai hari bebasnya Kazutora, Chifuyu berinisiatif untuk menjemputnya. Bahkan, Chifuyu juga sudah menyiapkan segala hal untuk Kazutora pakai nanti.&#xA;&#xA;Saat mereka bertemu, Chifuyu memberikan senyuman terbaiknya.&#xA;&#xA;“..selamat datang kembali, Kazutora.”&#xA;&#xA;”....”&#xA;&#xA;Kazutora tidak bisa mendeskripsikan perasaannya saat ini. Senang, sedih , dan perasaan bersalah menjadi satu.&#xA;&#xA;    Dalam perjalanan pulang, Kazutora hanya duduk diam sambil sedikit mencuri pandang ke sosok pemuda yang berada disebelahnya. Netra keemasannya menatap lurus dan sedikit merasa kagum pada sosok disampingnya yang tak lain adalah Chifuyu.&#xA;&#xA;Tak banyak berubah, kecuali Surai emasnya yang kini berubah menjadi hitam legam. Bahkan senyumannya masih seindah dulu. Setidaknya, itulah yang Kazutora pikirkan ketika melihat chifuyu.&#xA;&#xA;“ jangan menatapku seperti itu.., aku jadi tidak bisa fokus”, Chifuyu menyadari tatapan Kazutora kepadanya walau ia sedang melihat kedepan. Ntah mengapa, jantungnya seperti ingin keluar dari tempatnya. Walau begitu, ia mampu menetralkan wajahnya. Aneh. Tapi, mungkin itu adalah salah satu kelebihan Chifuyu.&#xA;&#xA;“Ah, maaf...” Kazutora menundukkan kepalanya, dan beralih menatap ke kaca spion. “hmm...” hening setelahnya.&#xA;&#xA;Sesampainya, Chifuyu langsung memperkenalkan ruangan yang akan dipakai Kazutora seterusnya. Mereka satu rumah, hanya saja Chifuyu mempunyai kamar lebih sehingga ia memberikannya kepada Kazutora.&#xA;&#xA;Malam itu mereka habiskan untuk menata barang barang Kazutora, seperti pakaian hingga perlengkapan pribadi.&#xA;&#xA;Hari begitu cepat berlalu, Kazutora dan Chifuyu pun membangun pet shop bersama yang dulu menjadi impian Baji.  Tidak ada lagi kecanggungan antara keduanya namun pertengkaran kecil masih sering terjadi.&#xA;&#xA;BLETAKK!!&#xA;&#xA;“Hei!, Sudah berapa kali kukatakan, jangan letak makanan kucing disini..!!”Chifuyu memukul kepala Kazutora dengan pelan. “Aww..., iye maap dah..” Kazutora meringis pelan sambil memegangi kepalanya.&#xA;&#xA;Namun walau begitu, mereka selalu baikan dalam waktu singkat kemudian tertawa bersama.&#xA;&#xA;   Sosok Baji adalah hal yang paling berjasa dalam hubungan mereka. Seperti selalu mengawasi mereka, walau kini raga Baji tidak utuh lagi.&#xA;&#xA;    Chifuyu dan Kazutora pun mengunjungi makam Baji setelah sekian lama, mereka curhat semua hal yang dialami selama Baji ga ada.&#xA;&#xA;“apa kau tahu Baji-san?,aku awalnya frustasi atas kepergian mu. Terlebih lagi saat Kazutora masuk penjara, aku benar-benar merasa kesepian...”&#xA;&#xA;Dengan sayu,Chifuyu menatap lurus ke arah batu nisan Baji.&#xA;&#xA;”...aku juga berterima kasih kepadamu, karena mu aku dan Kazutora bisa menjadi lebih akrab...”&#xA;&#xA;Chifuyu menatap Kazutora sekilas, dan tersenyum tulus. Melihatnya, Kazutora merasakan seperti ada kupu-kupu diperutnya. Ia tersipu.&#xA;&#xA;  Lalu, dengan cepat ia membuang muka ke lain arah.  Chifuyu hanya tertawa canggung melihatnya.&#xA;&#xA;.....&#xA;&#xA;“Maafkan kebodohanku di masa lalu. Aku dulu terlalu labil dan sekarang aku sungguh menyesalinya...”&#xA;&#xA;”...aku bersyukur kamu adalah temanku.Sejujurnya, aku merasa nyaman ketika kamu yang selalu menyentuh pundak ku dan mencoba menghiburku dikala aku sedang hancur...”&#xA;&#xA;“Baji..., Kuharap kamu bisa pergi dengan tenang. Dan soal Chifuyu...,aku berjanji akan menjaganya sebisaku!, jadi jangan khawatir tentang itu...”&#xA;&#xA;Chifuyu melebarkan matanya ketika mendengar kalimat akhir dari Kazutora. Sesuatu dalam dirinya berdetak kencang, namun ia segera menutupinya karena tak ingin Kazutora mendengarnya.&#xA;&#xA;......&#xA;&#xA;“Terimakasih, Baji-san!!”&#xA;&#xA;setelah itu mereka berdua membungkukkan badan untuk mengucapkan rasa terimakasihnya.&#xA;&#xA;Angin yang berhembus lembut seperti mengatakan bahwa arwah Baji sudah pergi dengan tenang dan misinya telah berhasil. Chifuyu dan Kazutora secara bersamaan menatap langit biru seolah olah ingin mengantarkan kepergian arwah Baji.&#xA;&#xA;Dan mereka pun tersenyum bahagia.&#xA;&#xA;FIN.&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>[ BAJITORAFUYU AU ]</p>

<p>⚠️ WARNING⚠️
*One shot
*Written in Indonesia ( sorry for any typo.)
*BxB//sfw,fluff, little angst.
*bajitorafuyu x torafuyu
*Read with your own risk!</p>

<p>HAPPY READING Y’ALL
 ———————————</p>

<p>     Karna Kazutora merupakan anak broken home, Baji pun berinisiatif untuk mengajaknya main keluar. Sesampainya, ia memperkenalkan Chifuyu (tetangga baru baji) yang usianya lebih muda setahun darinya. Awalnya, Kazutora masih sedikit bingung karna belum terbiasa.</p>

<p>“Oi, Kazut!, Kenalin nih tetangga baruku. Namanya Chifuyu”.</p>

<p>”....”</p>

<p>”....”</p>

<p>Kazutora dan Chifuyu hanya saling pandang sebentar lalu tersenyum tanda perkenalan. Canggung, adalah hal yang mereka rasakan.</p>

<p>Mulai saat itu, ketiganya menjalin persahabatan.</p>

<p>   Namun, setiap mereka jalan bertiga. Kazutora hanya memperhatikan Chifuyu yang lagi asik ngobrol dengan Baji. Dalam hati, Kazutora sedikit menganggap Chifuyu adalah anak yang manis dan ceria.</p>

<p>    Ketika SMP, mereka sangat akrab . Kemana – mana pasti selalu bertiga, namun Chifuyu terkadang merasa iri  dikala melihat Kazutora yang terlalu akrab dengan Baji. Pun, Kazutora menyadari kalau chifuyu itu suka dengan Baji, tapi bukannya mendukung ia malah memanas manasi Chifuyu.</p>

<p>     Maka dari itu, setiap hari kerjaan mereka itu yah berantem terus, Baji yang liatnya juga udah mulai capek. Makanya ketika mereka berantem, Baji cuman liatin doang sambil ketawa. Karna menganggap cara berantem mereka itu lucu.</p>

<p>“Apa?, ngajak berantem..?!”, bentak Kazutora yang lalu memegang pipi Chifuyu dan mengacungkan kepalan tangannya.</p>

<p> “Ayo!, Siapa takut..!!”Saut Chifuyu tak mau kalah, sambil mengacungkan jari tengahnya ke arah wajah Kazutora.</p>

<p>“Hahaha...” Sedangkan Baji hanya tertawa melihat perkelahian kecil mereka.</p>

<p>    Tapi, begitupun Baji selalu memperhatikan mereka seperti induk yang selalu mengawasi anak anaknya. Walau terkadang Baji juga ikut serta dalam pertengkaran tidak masuk akal mereka.</p>

<p>Kazutora juga sebenarnya mulai merasa lelah karena tiap hari selalu ribut dengan Chifuyu, bahkan seluruh sekolah juga sudah hapal tipikal mereka ketika bertemu. Tapi dia bukanlah orang yang pandai mencari topik. Jadi yah cuman dengan cara ribut, Kazutora bisa dekat dengan Chifuyu.</p>

<p>Sampai suatu hari, Baji meninggal hingga membuat Chifuyu depresi. Apalagi saat itu Kazutora juga dipenjara untuk membayar dosanya. Jadi, biasanya dia selalu curhat ke Michi. Kalau dia merindukan sosok mereka berdua, mengingat dulu mereka bertiga itu selalu akrab, kemana – mana pasti selalu bareng.</p>

<p>Nah, Takemichi nyaranin Chifuyu untuk saling bertukar surat dengan Kazutora yang saat ini berada di dalam sel penjara. Yah, itung itung cara mereka baikan, karna Michi juga udah capek liat mereka dulu yang tiap hari kerjaannya berantem mulu.</p>

<p>Awalnya ia ragu tetapi dalam lubuk hatinya, juga merasa lelah karna mengingat dulu selalu bertengkar dengan Kazutora.</p>

<p>“Mungkin ini memang ide yang bagus..”, serunya dalam hati.</p>

<p>    Lalu, surat pertama yang dikirim Chifuyu, tidak mendapat balasan. Namun Chifuyu tetap tidak berhenti mengirimkan surat pada Kazutora.</p>

<p>    Walau sebenarnya ada rasa kecewa dan marah tapi ia tidak ingin menyalahkan Kazutora. Sampai suatu hari, Chifuyu sudah mulai merasa bosan karna terus  menerus tidak mendapat balasan. Ia ingin berhenti rasanya, Karna menganggap hal yang dilakukannya itu sia sia.</p>

<p>Namun ntah kenapa, Chifuyu merasakan bahwa baji berada disampingnya dan menyemangatinya agar tak putus asa.</p>

<p>     Air matanya tiba tiba menetes dikala ia melihat foto kecil mereka bertiga, ketika bermain bersama di tepi pantai. Ia meraba foto itu, sambil menangisi kepergian Baji yang terlalu cepat baginysi</p>

<p>Di sisi lain, Kazutora selalu bersemangat ketika mendapat surat surat dari Chifuyu. Ia selalu membaca dan menyimpannya semua bahkan ia tak membiarkan orang lain untuk menyentuh surat surat tersebut.</p>

<p>Lalu teman sel Kazutora bertanya, kenapa ia tidak mencoba  membalas surat surat tersebut jikalau kazutora sendiri juga selalu senang membaca dan  menyimpannya.</p>

<p>   Ia ingin, tapi ia tidak tahu harus membalas bagaimana.Karna dia bukan orang yang ahli mencari topik pembicaraan.</p>

<p>    Karna merasa iba, semua teman selnya pun berinisiatif untuk membantu Kazutora. Mereka selalu mendukung dan menyemangati Kazutora untuk menulis balasan pertamanya. Kazutora merasakan kehangatan “rumah baru” setelah sekian lama ia tidak mendapatkannya karena kepergian Baji.</p>

<p>   Chifuyu yang mendapatkan balasan pertamanya merasa senang. Dan setelah itu, mereka selalu bertukar surat . Topik pertama selalu mengenai segala hal tentang Baji, dan masa masa kecil mereka bertiga.</p>

<p>Sampai, lambat laun mereka mulai membahas hal hal pribadi mereka berdua. Mulai dari suka dan duka diri masing masing tanpa pernah  menyinggung soal “Baji” lagi. Hangat, itu adalah hal yang dirasakan mereka berdua dikala saling bertukar surat.</p>

<p>Seolah olah Baji adalah sebuah benang yang menghubungkan mereka. Karena  Baji, Kazutora mengenal sosok manis seperti Chifuyu. Karena Baji juga sehingga Kazutora dan Chifuyu mulai akrab tanpa adanya pertikaian seperti dulu lagi.</p>

<p>    Sampai hari bebasnya Kazutora, Chifuyu berinisiatif untuk menjemputnya. Bahkan, Chifuyu juga sudah menyiapkan segala hal untuk Kazutora pakai nanti.</p>

<p>Saat mereka bertemu, Chifuyu memberikan senyuman terbaiknya.</p>

<p>“..selamat datang kembali, Kazutora.”</p>

<p>”....”</p>

<p>Kazutora tidak bisa mendeskripsikan perasaannya saat ini. Senang, sedih , dan perasaan bersalah menjadi satu.</p>

<p>    Dalam perjalanan pulang, Kazutora hanya duduk diam sambil sedikit mencuri pandang ke sosok pemuda yang berada disebelahnya. Netra keemasannya menatap lurus dan sedikit merasa kagum pada sosok disampingnya yang tak lain adalah Chifuyu.</p>

<p>Tak banyak berubah, kecuali Surai emasnya yang kini berubah menjadi hitam legam. Bahkan senyumannya masih seindah dulu. Setidaknya, itulah yang Kazutora pikirkan ketika melihat chifuyu.</p>

<p>“ jangan menatapku seperti itu.., aku jadi tidak bisa fokus”, Chifuyu menyadari tatapan Kazutora kepadanya walau ia sedang melihat kedepan. Ntah mengapa, jantungnya seperti ingin keluar dari tempatnya. Walau begitu, ia mampu menetralkan wajahnya. Aneh. Tapi, mungkin itu adalah salah satu kelebihan Chifuyu.</p>

<p>“Ah, maaf...” Kazutora menundukkan kepalanya, dan beralih menatap ke kaca spion. “hmm...” hening setelahnya.</p>

<p>Sesampainya, Chifuyu langsung memperkenalkan ruangan yang akan dipakai Kazutora seterusnya. Mereka satu rumah, hanya saja Chifuyu mempunyai kamar lebih sehingga ia memberikannya kepada Kazutora.</p>

<p>Malam itu mereka habiskan untuk menata barang barang Kazutora, seperti pakaian hingga perlengkapan pribadi.</p>

<p>Hari begitu cepat berlalu, Kazutora dan Chifuyu pun membangun pet shop bersama yang dulu menjadi impian Baji.  Tidak ada lagi kecanggungan antara keduanya namun pertengkaran kecil masih sering terjadi.</p>

<p>BLETAKK!!</p>

<p>“Hei!, Sudah berapa kali kukatakan, jangan letak makanan kucing disini..!!”Chifuyu memukul kepala Kazutora dengan pelan. “Aww..., iye maap dah..” Kazutora meringis pelan sambil memegangi kepalanya.</p>

<p>Namun walau begitu, mereka selalu baikan dalam waktu singkat kemudian tertawa bersama.</p>

<p>   Sosok Baji adalah hal yang paling berjasa dalam hubungan mereka. Seperti selalu mengawasi mereka, walau kini raga Baji tidak utuh lagi.</p>

<p>    Chifuyu dan Kazutora pun mengunjungi makam Baji setelah sekian lama, mereka curhat semua hal yang dialami selama Baji ga ada.</p>

<p>“apa kau tahu Baji-san?,aku awalnya frustasi atas kepergian mu. Terlebih lagi saat Kazutora masuk penjara, aku benar-benar merasa kesepian...”</p>

<p>Dengan sayu,Chifuyu menatap lurus ke arah batu nisan Baji.</p>

<p>”...aku juga berterima kasih kepadamu, karena mu aku dan Kazutora bisa menjadi lebih akrab...”</p>

<p>Chifuyu menatap Kazutora sekilas, dan tersenyum tulus. Melihatnya, Kazutora merasakan seperti ada kupu-kupu diperutnya. Ia tersipu.</p>

<p>  Lalu, dengan cepat ia membuang muka ke lain arah.  Chifuyu hanya tertawa canggung melihatnya.</p>

<p>.....</p>

<p>“Maafkan kebodohanku di masa lalu. Aku dulu terlalu labil dan sekarang aku sungguh menyesalinya...”</p>

<p>”...aku bersyukur kamu adalah temanku.Sejujurnya, aku merasa nyaman ketika kamu yang selalu menyentuh pundak ku dan mencoba menghiburku dikala aku sedang hancur...”</p>

<p>“Baji..., Kuharap kamu bisa pergi dengan tenang. Dan soal Chifuyu...,aku berjanji akan menjaganya sebisaku!, jadi jangan khawatir tentang itu...”</p>

<p>Chifuyu melebarkan matanya ketika mendengar kalimat akhir dari Kazutora. Sesuatu dalam dirinya berdetak kencang, namun ia segera menutupinya karena tak ingin Kazutora mendengarnya.</p>

<p>......</p>

<p>“Terimakasih, Baji-san!!”</p>

<p>setelah itu mereka berdua membungkukkan badan untuk mengucapkan rasa terimakasihnya.</p>

<p>Angin yang berhembus lembut seperti mengatakan bahwa arwah Baji sudah pergi dengan tenang dan misinya telah berhasil. Chifuyu dan Kazutora secara bersamaan menatap langit biru seolah olah ingin mengantarkan kepergian arwah Baji.</p>

<p>Dan mereka pun tersenyum bahagia.</p>

<p>FIN.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://yum1e.writeas.com/bajitorafuyu-au-wzzc</guid>
      <pubDate>Wed, 11 Aug 2021 08:12:50 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>[ BAJITORAFUYU AU ]</title>
      <link>https://yum1e.writeas.com/bajitorafuyu-au-69h9?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[[ BAJITORAFUYU AU ]&#xA;&#xA;⚠️ WARNING⚠️&#xA;One shot&#xA;Written in Indonesia ( sorry for any typo.)&#xA;BxB//sfw,fluff, little angst.&#xA;bajitorafuyu x torafuyu&#xA;*Read with your own risk!&#xA;&#xA;HAPPY READING Y’ALL&#xA; ———————————&#xA;&#xA;     Karna Kazutora adalah anak broken home, jadi Baji berinisiatif untuk mengajaknya main keluar. Sesampainya, ia memperkenalkan Chifuyu (tetangga baru baji) yang usianya lebih muda setahun darinya. Awalnya, Kazutora masih sedikit bingung karna belum terbiasa.&#xA;&#xA;“Oi, Kazut!, Kenalin nih tetanggaku. Namanya Chifuyu”.&#xA;&#xA;”....”&#xA;&#xA;”....”&#xA;&#xA;Kazutora dan Chifuyu hanya saling pandang sebentar lalu tersenyum tanda perkenalan. Canggung, adalah hal yang mereka rrasakan&#xA;Mulai saat itu, ketiganya menjalin persahabatan.&#xA;  &#xA;  Namun, setiap mereka jalan bertiga. Kazutora hanya memperhatikan Chifuyu yang lagi asik ngobrol dengan Baji. Dalam hati, Kazutora sedikit menganggap Chifuyu adalah anak yang manis dan ceria.&#xA;&#xA;    Ketika SMP, mereka sangat akrab . Kemana – mana pasti selalu bertiga, namun Chifuyu terkadang merasa iri  dikala melihat Kazutora yang terlalu akrab dengan Baji. Pun, Kazutora menyadari kalo chifuyu itu suka sama Baji, tapi bukannya mendukung ia malah memanas manasi Chifuyu.&#xA;&#xA; Maka dari itu, setiap hari kerjaan mereka itu yah berantem terus, Baji yang liatnya juga udah mulai capek. Makanya ketika mereka berantem, Baji cuman liatin doang sambil ketawa. Karna menganggap cara berantem mereka itu lucu.&#xA;&#xA;“Apa?, ngajak berantem..?!”, bentak Kazutora lalu memegang pipi Chifuyu dan mengacungkan kepalan tangannya. “Ayo!, Siapa takut..!!”Saut Chifuyu tak mau kalah, sambil mengacungkan jari tengahnya ke arah wajah Kazutora.&#xA;&#xA;“Hahaha...” Sedangkan Baji hanya tertawa melihat perkelahian kecil mereka.&#xA;&#xA;    Tapi, begitupun Baji selalu memperhatikan mereka seperti induk yang selalu mengawasi anak anaknya. Walau terkadang Baji juga ikut serta dalam pertengkaran tidak masuk akal mereka.&#xA;&#xA;Kazutora juga sebenarnya mulai merasa lelah karena tiap hari selalu ribut dengan Chifuyu, bahkan seluruh sekolah juga sudah hapal tipikal mereka ketika bertemu. Tapi dia bukanlah orang yang pandai mencari topik. Jadi yah cuman dengan cara ribut, Kazutora bisa dekat dengan Chifuyu.&#xA;&#xA;Sampai suatu hari, Baji meninggal hingga membuat Chifuyu depresi. Apalagi saat itu Kazutora juga dipenjara untuk membayar dosanya. Jadi, biasanya dia selalu curhat ke Michi. Kalau dia merindukan sosok mereka berdua, mengingat dulu mereka bertiga itu selalu akrab, kemana – mana pasti selalu bareng.&#xA;&#xA;Nah, Takemichi nyaranin Chifuyu untuk saling bertukar surat dengan Kazutora yang saat ini berada di dalam sel penjara. Yah, itung itung cara mereka baikan, karna Michi juga udah capek liat mereka dulu yang tiap hari kerjaannya berantem mulu.&#xA;&#xA;Awalnya ia ragu tetapi dalam lubuk hatinya, juga merasa lelah karna mengingat dulu selalu bertengkar dengan Kazutora.&#xA;&#xA;“Mungkin ini memang ide yang bagus..”, serunya dalam hati.&#xA;&#xA;    Lalu, surat pertama yang dikirim Chifuyu, tidak mendapat balasan. Namun Chifuyu tetap tidak berhenti mengirimkan surat pada Kazutora.&#xA;&#xA;    Walau sebenarnya ada rasa kecewa dan marah tapi ia tidak ingin menyalahkan Kazutora. Sampai suatu hari, Chifuyu sudah mulai merasa bosan karna terus  menerus tidak mendapat balasan. Ia ingin berhenti rasanya, Karna menganggap hal yang dilakukannya itu sia sia.&#xA;&#xA;Namun ntah kenapa, Chifuyu merasakan bahwa baji berada disampingnya dan menyemangatinya agar tak putus asa.&#xA;&#xA;     Air matanya tiba tiba menetes dikala ia melihat foto kecil mereka bertiga, ketika bermain bersama di tepi pantai. Ia meraba foto itu, sambil menangisi kepergian Baji yang terlalu cepat baginysi&#xA;&#xA;Di sisi lain, Kazutora selalu bersemangat ketika mendapat surat surat dari Chifuyu. Ia selalu membaca dan menyimpannya semua bahkan ia tak membiarkan orang lain untuk menyentuh surat surat tersebut.&#xA;&#xA;Lalu teman sel Kazutora bertanya, kenapa ia tidak mencoba  membalas surat surat tersebut jikalau kazutora sendiri juga selalu senang membaca dan  menyimpannya.&#xA;&#xA;   Ia ingin, tapi ia tidak tahu harus membalas bagaimana.Karna dia bukan orang yang ahli mencari topik pembicaraan.&#xA;&#xA;    Karna merasa iba, semua teman selnya pun berinisiatif untuk membantu Kazutora. Mereka selalu mendukung dan menyemangati Kazutora untuk menulis balasan pertamanya.Kazutora merasakan kehangatan “rumah baru” setelah sekian lama ia tidak mendapatkannya karena kepergian Baji.&#xA;&#xA;   Chifuyu yang mendapatkan balasan pertamanya merasa senang. Dan setelah itu, mereka selalu bertukar surat .Topik pertama selalu mengenai segala hal tentang Baji, dan masa masa kecil mereka bertiga.&#xA;&#xA;Sampai, lambat laun mereka mulai membahas hal hal pribadi mereka berdua. Mulai dari suka dan duka diri masing masing tanpa pernah  menyinggung soal “Baji” lagi. Hangat, itu adalah hal yang dirasakan mereka berdua dikala saling bertukar surat.&#xA;&#xA;Seolah olah Baji adalah sebuah benang yang menghubungkan mereka. Karena  Baji, Kazutora mengenal sosok manis seperti Chifuyu. Karena Baji juga sehingga Kazutora dan Chifuyu mulai akrab tanpa adanya pertikaian seperti dulu lagi.&#xA;&#xA;    Sampai hari bebasnya Kazutora, Chifuyu berinisiatif untuk menjemputnya. Bahkan, Chifuyu juga sudah menyiapkan segala hal untuk Kazutora pakai nanti.&#xA;&#xA;Saat mereka bertemu, Chifuyu memberikan senyuman terbaiknya.&#xA;&#xA;“..selamat datang kembali, Kazutora.”&#xA;&#xA;”....”&#xA;&#xA;Kazutora tidak bisa mendeskripsikan perasaannya saat ini. Senang, sedih , dan perasaan bersalah menjadi satu.&#xA;&#xA;    Dalam perjalanan pulang, Kazutora hanya duduk diam sambil sedikit mencuri pandang ke sosok pemuda yang berada disebelahnya. Netra keemasannya menatap lurus dan sedikit merasa kagum pada sosok disampingnya yang tak lain adalah Chifuyu.&#xA;&#xA;Tak banyak berubah, kecuali Surai emasnya yang kini berubah menjadi hitam legam. Bahkan senyumannya masih seindah dulu. Setidaknya, itulah yang Kazutora pikirkan ketika melihat chifuyu.&#xA;&#xA;“ jangan menatapku seperti itu.., aku jadi tidak bisa fokus”, Chifuyu menyadari tatapan Kazutora kepadanya walau ia sedang melihat kedepan. Ntah mengapa, jantungnya seperti ingin keluar dari tempatnya. Walau begitu, ia mampu menetralkan wajahnya. Aneh. Tapi, mungkin itu adalah salah satu kehebatan Chifuyu.&#xA;&#xA;“Ah, maaf...” Kazutora menundukkan kepalanya, dan beralih menatap ke kaca spion. “hmm...” hening setelahnya.&#xA;&#xA;Sesampainya, Chifuyu langsung memperkenalkan ruangan yang akan dipakai Kazutora seterusnya. Mereka satu rumah, hanya saja Chifuyu mempunyai kamar lebih sehingga ia memberikannya kepada Kazutora.&#xA;&#xA;Malam itu mereka habiskan untuk menata barang barang Kazutora, seperti pakaian hingga perlengkapan pribadi.&#xA;&#xA;Hari begitu cepat berlalu, Kazutora dan Chifuyu pun membangun pet shop bersama yang dulu menjadi impian Baji.  Tidak ada lagi kecanggungan antara keduanya namun pertengkaran kecil masih sering terjadi.&#xA;&#xA;BLETAKK!!&#xA;&#xA;“Hei!, Sudah berapa kali kukatakan, jangan letak makanan kucing disini..!!”Chifuyu memukul kepala Kazutora dengan pelan. “Aww..., iye maap dah..” Kazutora meringis pelan sambil memegangi kepalanya.&#xA;&#xA;Namun walau begitu, mereka selalu baikan dalam waktu singkat kemudian tertawa bersama.&#xA;&#xA;   Sosok Baji adalah hal yang paling berjasa dalam hubungan mereka. Seperti selalu mengawasi mereka, walau kini raga Baji tidak utuh lagi.&#xA;&#xA;    Chifuyu dan Kazutora pun mengunjungi makam Baji setelah sekian lama, mereka curhat semua hal yang dialami selama Baji ga ada.&#xA;&#xA;“apa kau tahu Baji-san?,aku awalnya frustasi atas kepergian mu. Terlebih lagi saat Kazutora masuk penjara, aku benar-benar merasa kesepian...”&#xA;&#xA;Dengan sayu,Chifuyu menatap lurus ke arah batu nisan Baji.&#xA;&#xA;”...aku juga berterima kasih kepadamu, karena mu aku dan Kazutora bisa menjadi lebih akrab...”&#xA;&#xA;Chifuyu menatap Kazutora sekilas, dan tersenyum tulus. Melihatnya, Kazutora merasakan seperti ada kupu-kupu diperutnya. Ia tersipu.&#xA;&#xA;  Lalu, dengan cepat ia membuang muka ke lain arah.  Chifuyu hanya tertawa canggung melihatnya.&#xA;&#xA;.....&#xA;&#xA;“Maafkan kebodohanku di masa lalu. Aku dulu terlalu labil dan sekarang aku sungguh menyesalinya...”&#xA;&#xA;”...aku bersyukur kamu adalah temanku.Sejujurnya, aku merasa nyaman ketika kamu yang selalu menyentuh pundak ku dan mencoba menghiburku dikala aku sedang hancur...”&#xA;&#xA;“Baji..., Kuharap kamu bisa pergi dengan tenang. Dan soal Chifuyu...,aku berjanji akan menjaganya sebisaku!, jadi jangan khawatir tentang itu...”&#xA;&#xA;Chifuyu melebarkan matanya ketika mendengar kalimat akhir dari Kazutora. Sesuatu dalam dirinya berdetak kencang, namun ia segera menutupinya karena tak ingin Kazutora mendengarnya.&#xA;&#xA;......&#xA;&#xA;“Terimakasih, Baji-san!!”&#xA;&#xA;Lalu, setelah itu mereka berdua membungkukkan badan untuk mengucapkan rasa  terimakasihnya.&#xA;&#xA;Angin yang berhembus lembut seperti mengatakan bahwa arwah Baji sudah pergi dengan tenang dan misinya telah berhasil. Chifuyu dan Kazutora secara bersamaan menatap langit biru seolah olah ingin mengantarkan kepergian arwah Baji.&#xA;&#xA;Setelah itu, mereka pun tersenyum bahagia.&#xA;&#xA;FIN.&#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>[ BAJITORAFUYU AU ]</p>

<p>⚠️ WARNING⚠️
*One shot
*Written in Indonesia ( sorry for any typo.)
*BxB//sfw,fluff, little angst.
*bajitorafuyu x torafuyu
*Read with your own risk!</p>

<p>HAPPY READING Y’ALL
 ———————————</p>

<p>     Karna Kazutora adalah anak broken home, jadi Baji berinisiatif untuk mengajaknya main keluar. Sesampainya, ia memperkenalkan Chifuyu (tetangga baru baji) yang usianya lebih muda setahun darinya. Awalnya, Kazutora masih sedikit bingung karna belum terbiasa.</p>

<p>“Oi, Kazut!, Kenalin nih tetanggaku. Namanya Chifuyu”.</p>

<p>”....”</p>

<p>”....”</p>

<p>Kazutora dan Chifuyu hanya saling pandang sebentar lalu tersenyum tanda perkenalan. Canggung, adalah hal yang mereka rrasakan
Mulai saat itu, ketiganya menjalin persahabatan.</p>

<p>  Namun, setiap mereka jalan bertiga. Kazutora hanya memperhatikan Chifuyu yang lagi asik ngobrol dengan Baji. Dalam hati, Kazutora sedikit menganggap Chifuyu adalah anak yang manis dan ceria.</p>

<p>    Ketika SMP, mereka sangat akrab . Kemana – mana pasti selalu bertiga, namun Chifuyu terkadang merasa iri  dikala melihat Kazutora yang terlalu akrab dengan Baji. Pun, Kazutora menyadari kalo chifuyu itu suka sama Baji, tapi bukannya mendukung ia malah memanas manasi Chifuyu.</p>

<p> Maka dari itu, setiap hari kerjaan mereka itu yah berantem terus, Baji yang liatnya juga udah mulai capek. Makanya ketika mereka berantem, Baji cuman liatin doang sambil ketawa. Karna menganggap cara berantem mereka itu lucu.</p>

<p>“Apa?, ngajak berantem..?!”, bentak Kazutora lalu memegang pipi Chifuyu dan mengacungkan kepalan tangannya. “Ayo!, Siapa takut..!!”Saut Chifuyu tak mau kalah, sambil mengacungkan jari tengahnya ke arah wajah Kazutora.</p>

<p>“Hahaha...” Sedangkan Baji hanya tertawa melihat perkelahian kecil mereka.</p>

<p>    Tapi, begitupun Baji selalu memperhatikan mereka seperti induk yang selalu mengawasi anak anaknya. Walau terkadang Baji juga ikut serta dalam pertengkaran tidak masuk akal mereka.</p>

<p>Kazutora juga sebenarnya mulai merasa lelah karena tiap hari selalu ribut dengan Chifuyu, bahkan seluruh sekolah juga sudah hapal tipikal mereka ketika bertemu. Tapi dia bukanlah orang yang pandai mencari topik. Jadi yah cuman dengan cara ribut, Kazutora bisa dekat dengan Chifuyu.</p>

<p>Sampai suatu hari, Baji meninggal hingga membuat Chifuyu depresi. Apalagi saat itu Kazutora juga dipenjara untuk membayar dosanya. Jadi, biasanya dia selalu curhat ke Michi. Kalau dia merindukan sosok mereka berdua, mengingat dulu mereka bertiga itu selalu akrab, kemana – mana pasti selalu bareng.</p>

<p>Nah, Takemichi nyaranin Chifuyu untuk saling bertukar surat dengan Kazutora yang saat ini berada di dalam sel penjara. Yah, itung itung cara mereka baikan, karna Michi juga udah capek liat mereka dulu yang tiap hari kerjaannya berantem mulu.</p>

<p>Awalnya ia ragu tetapi dalam lubuk hatinya, juga merasa lelah karna mengingat dulu selalu bertengkar dengan Kazutora.</p>

<p>“Mungkin ini memang ide yang bagus..”, serunya dalam hati.</p>

<p>    Lalu, surat pertama yang dikirim Chifuyu, tidak mendapat balasan. Namun Chifuyu tetap tidak berhenti mengirimkan surat pada Kazutora.</p>

<p>    Walau sebenarnya ada rasa kecewa dan marah tapi ia tidak ingin menyalahkan Kazutora. Sampai suatu hari, Chifuyu sudah mulai merasa bosan karna terus  menerus tidak mendapat balasan. Ia ingin berhenti rasanya, Karna menganggap hal yang dilakukannya itu sia sia.</p>

<p>Namun ntah kenapa, Chifuyu merasakan bahwa baji berada disampingnya dan menyemangatinya agar tak putus asa.</p>

<p>     Air matanya tiba tiba menetes dikala ia melihat foto kecil mereka bertiga, ketika bermain bersama di tepi pantai. Ia meraba foto itu, sambil menangisi kepergian Baji yang terlalu cepat baginysi</p>

<p>Di sisi lain, Kazutora selalu bersemangat ketika mendapat surat surat dari Chifuyu. Ia selalu membaca dan menyimpannya semua bahkan ia tak membiarkan orang lain untuk menyentuh surat surat tersebut.</p>

<p>Lalu teman sel Kazutora bertanya, kenapa ia tidak mencoba  membalas surat surat tersebut jikalau kazutora sendiri juga selalu senang membaca dan  menyimpannya.</p>

<p>   Ia ingin, tapi ia tidak tahu harus membalas bagaimana.Karna dia bukan orang yang ahli mencari topik pembicaraan.</p>

<p>    Karna merasa iba, semua teman selnya pun berinisiatif untuk membantu Kazutora. Mereka selalu mendukung dan menyemangati Kazutora untuk menulis balasan pertamanya.Kazutora merasakan kehangatan “rumah baru” setelah sekian lama ia tidak mendapatkannya karena kepergian Baji.</p>

<p>   Chifuyu yang mendapatkan balasan pertamanya merasa senang. Dan setelah itu, mereka selalu bertukar surat .Topik pertama selalu mengenai segala hal tentang Baji, dan masa masa kecil mereka bertiga.</p>

<p>Sampai, lambat laun mereka mulai membahas hal hal pribadi mereka berdua. Mulai dari suka dan duka diri masing masing tanpa pernah  menyinggung soal “Baji” lagi. Hangat, itu adalah hal yang dirasakan mereka berdua dikala saling bertukar surat.</p>

<p>Seolah olah Baji adalah sebuah benang yang menghubungkan mereka. Karena  Baji, Kazutora mengenal sosok manis seperti Chifuyu. Karena Baji juga sehingga Kazutora dan Chifuyu mulai akrab tanpa adanya pertikaian seperti dulu lagi.</p>

<p>    Sampai hari bebasnya Kazutora, Chifuyu berinisiatif untuk menjemputnya. Bahkan, Chifuyu juga sudah menyiapkan segala hal untuk Kazutora pakai nanti.</p>

<p>Saat mereka bertemu, Chifuyu memberikan senyuman terbaiknya.</p>

<p>“..selamat datang kembali, Kazutora.”</p>

<p>”....”</p>

<p>Kazutora tidak bisa mendeskripsikan perasaannya saat ini. Senang, sedih , dan perasaan bersalah menjadi satu.</p>

<p>    Dalam perjalanan pulang, Kazutora hanya duduk diam sambil sedikit mencuri pandang ke sosok pemuda yang berada disebelahnya. Netra keemasannya menatap lurus dan sedikit merasa kagum pada sosok disampingnya yang tak lain adalah Chifuyu.</p>

<p>Tak banyak berubah, kecuali Surai emasnya yang kini berubah menjadi hitam legam. Bahkan senyumannya masih seindah dulu. Setidaknya, itulah yang Kazutora pikirkan ketika melihat chifuyu.</p>

<p>“ jangan menatapku seperti itu.., aku jadi tidak bisa fokus”, Chifuyu menyadari tatapan Kazutora kepadanya walau ia sedang melihat kedepan. Ntah mengapa, jantungnya seperti ingin keluar dari tempatnya. Walau begitu, ia mampu menetralkan wajahnya. Aneh. Tapi, mungkin itu adalah salah satu kehebatan Chifuyu.</p>

<p>“Ah, maaf...” Kazutora menundukkan kepalanya, dan beralih menatap ke kaca spion. “hmm...” hening setelahnya.</p>

<p>Sesampainya, Chifuyu langsung memperkenalkan ruangan yang akan dipakai Kazutora seterusnya. Mereka satu rumah, hanya saja Chifuyu mempunyai kamar lebih sehingga ia memberikannya kepada Kazutora.</p>

<p>Malam itu mereka habiskan untuk menata barang barang Kazutora, seperti pakaian hingga perlengkapan pribadi.</p>

<p>Hari begitu cepat berlalu, Kazutora dan Chifuyu pun membangun pet shop bersama yang dulu menjadi impian Baji.  Tidak ada lagi kecanggungan antara keduanya namun pertengkaran kecil masih sering terjadi.</p>

<p>BLETAKK!!</p>

<p>“Hei!, Sudah berapa kali kukatakan, jangan letak makanan kucing disini..!!”Chifuyu memukul kepala Kazutora dengan pelan. “Aww..., iye maap dah..” Kazutora meringis pelan sambil memegangi kepalanya.</p>

<p>Namun walau begitu, mereka selalu baikan dalam waktu singkat kemudian tertawa bersama.</p>

<p>   Sosok Baji adalah hal yang paling berjasa dalam hubungan mereka. Seperti selalu mengawasi mereka, walau kini raga Baji tidak utuh lagi.</p>

<p>    Chifuyu dan Kazutora pun mengunjungi makam Baji setelah sekian lama, mereka curhat semua hal yang dialami selama Baji ga ada.</p>

<p>“apa kau tahu Baji-san?,aku awalnya frustasi atas kepergian mu. Terlebih lagi saat Kazutora masuk penjara, aku benar-benar merasa kesepian...”</p>

<p>Dengan sayu,Chifuyu menatap lurus ke arah batu nisan Baji.</p>

<p>”...aku juga berterima kasih kepadamu, karena mu aku dan Kazutora bisa menjadi lebih akrab...”</p>

<p>Chifuyu menatap Kazutora sekilas, dan tersenyum tulus. Melihatnya, Kazutora merasakan seperti ada kupu-kupu diperutnya. Ia tersipu.</p>

<p>  Lalu, dengan cepat ia membuang muka ke lain arah.  Chifuyu hanya tertawa canggung melihatnya.</p>

<p>.....</p>

<p>“Maafkan kebodohanku di masa lalu. Aku dulu terlalu labil dan sekarang aku sungguh menyesalinya...”</p>

<p>”...aku bersyukur kamu adalah temanku.Sejujurnya, aku merasa nyaman ketika kamu yang selalu menyentuh pundak ku dan mencoba menghiburku dikala aku sedang hancur...”</p>

<p>“Baji..., Kuharap kamu bisa pergi dengan tenang. Dan soal Chifuyu...,aku berjanji akan menjaganya sebisaku!, jadi jangan khawatir tentang itu...”</p>

<p>Chifuyu melebarkan matanya ketika mendengar kalimat akhir dari Kazutora. Sesuatu dalam dirinya berdetak kencang, namun ia segera menutupinya karena tak ingin Kazutora mendengarnya.</p>

<p>......</p>

<p>“Terimakasih, Baji-san!!”</p>

<p>Lalu, setelah itu mereka berdua membungkukkan badan untuk mengucapkan rasa  terimakasihnya.</p>

<p>Angin yang berhembus lembut seperti mengatakan bahwa arwah Baji sudah pergi dengan tenang dan misinya telah berhasil. Chifuyu dan Kazutora secara bersamaan menatap langit biru seolah olah ingin mengantarkan kepergian arwah Baji.</p>

<p>Setelah itu, mereka pun tersenyum bahagia.</p>

<p>FIN.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://yum1e.writeas.com/bajitorafuyu-au-69h9</guid>
      <pubDate>Tue, 10 Aug 2021 22:52:38 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>[ BAJITORAFUYU AU ]</title>
      <link>https://yum1e.writeas.com/bajitorafuyu-au?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[[ BAJITORAFUYU AU ]&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;⚠️ WARNING⚠️&#xD;&#xA;One shot&#xD;&#xA;Written in Indonesia ( sorry for any typo.)&#xD;&#xA;BxB//sfw,fluff, little angst.&#xD;&#xA;bajitorafuyu x torafuyu&#xD;&#xA;*Read with your own risk!&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;HAPPY READING Y’ALL&#xD;&#xA; ———————————&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;     Karna Kazutora adalah anak broken home, jadi Baji berinisiatif untuk mengajaknya main keluar. Sesampainya, ia memperkenalkan Chifuyu (tetangga baru baji) yang usianya lebih muda setahun darinya. Awalnya, Kazutora masih sedikit bingung karna belum terbiasa.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;“Oi, Kazut!, Kenalin nih tetanggaku. Namanya Chifuyu”.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;”....”&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;”....”&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;Kazutora dan Chifuyu hanya saling pandang sebentar lalu tersenyum tanda perkenalan. Canggung, adalah hal yang mereka rrasakan&#xD;&#xA;Mulai saat itu, ketiganya menjalin persahabatan.&#xD;&#xA;  &#xD;&#xA;  Namun, setiap mereka jalan bertiga. Kazutora hanya memperhatikan Chifuyu yang lagi asik ngobrol dengan Baji. Dalam hati, Kazutora sedikit menganggap Chifuyu adalah anak yang manis dan ceria.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;    Ketika SMP, mereka sangat akrab . Kemana – mana pasti selalu bertiga, namun Chifuyu terkadang merasa iri  dikala melihat Kazutora yang terlalu akrab dengan Baji. Pun, Kazutora menyadari kalo chifuyu itu suka sama Baji, tapi bukannya mendukung ia malah memanas manasi Chifuyu.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA; Maka dari itu, setiap hari kerjaan mereka itu yah berantem terus, Baji yang liatnya juga udah mulai capek. Makanya ketika mereka berantem, Baji cuman liatin doang sambil ketawa. Karna menganggap cara berantem mereka itu lucu.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;“Apa?, ngajak berantem..?!”, bentak Kazutora lalu memegang pipi Chifuyu dan mengacungkan kepalan tangannya. “Ayo!, Siapa takut..!!”Saut Chifuyu tak mau kalah, sambil mengacungkan jari tengahnya ke arah wajah Kazutora.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;“Hahaha...” Sedangkan Baji hanya tertawa melihat perkelahian kecil mereka.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;    Tapi, begitupun Baji selalu memperhatikan mereka seperti induk yang selalu mengawasi anak anaknya. Walau terkadang Baji juga ikut serta dalam pertengkaran tidak masuk akal mereka.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;Kazutora juga sebenarnya mulai merasa lelah karena tiap hari selalu ribut dengan Chifuyu, bahkan seluruh sekolah juga sudah hapal tipikal mereka ketika bertemu. Tapi dia bukanlah orang yang pandai mencari topik. Jadi yah cuman dengan cara ribut, Kazutora bisa dekat dengan Chifuyu.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;Sampai suatu hari, Baji meninggal hingga membuat Chifuyu depresi. Apalagi saat itu Kazutora juga dipenjara untuk membayar dosanya. Jadi, biasanya dia selalu curhat ke Michi. Kalau dia merindukan sosok mereka berdua, mengingat dulu mereka bertiga itu selalu akrab, kemana – mana pasti selalu bareng.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;Nah, Takemichi nyaranin Chifuyu untuk saling bertukar surat dengan Kazutora yang saat ini berada di dalam sel penjara. Yah, itung itung cara mereka baikan, karna Michi juga udah capek liat mereka dulu yang tiap hari kerjaannya berantem mulu.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;Awalnya ia ragu tetapi dalam lubuk hatinya, juga merasa lelah karna mengingat dulu selalu bertengkar dengan Kazutora.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;“Mungkin ini memang ide yang bagus..”, serunya dalam hati.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;    Lalu, surat pertama yang dikirim Chifuyu, tidak mendapat balasan. Namun Chifuyu tetap tidak berhenti mengirimkan surat pada Kazutora.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;    Walau sebenarnya ada rasa kecewa dan marah tapi ia tidak ingin menyalahkan Kazutora. Sampai suatu hari, Chifuyu sudah mulai merasa bosan karna terus  menerus tidak mendapat balasan. Ia ingin berhenti rasanya, Karna menganggap hal yang dilakukannya itu sia sia.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;Namun ntah kenapa, Chifuyu merasakan bahwa baji berada disampingnya dan menyemangatinya agar tak putus asa.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;     Air matanya tiba tiba menetes dikala ia melihat foto kecil mereka bertiga, ketika bermain bersama di tepi pantai. Ia meraba foto itu, sambil menangisi kepergian Baji yang terlalu cepat baginysi&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;Di sisi lain, Kazutora selalu bersemangat ketika mendapat surat surat dari Chifuyu. Ia selalu membaca dan menyimpannya semua bahkan ia tak membiarkan orang lain untuk menyentuh surat surat tersebut.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;Lalu teman sel Kazutora bertanya, kenapa ia tidak mencoba  membalas surat surat tersebut jikalau kazutora sendiri juga selalu senang membaca dan  menyimpannya.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;   Ia ingin, tapi ia tidak tahu harus membalas bagaimana.Karna dia bukan orang yang ahli mencari topik pembicaraan.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;    Karna merasa iba, semua teman selnya pun berinisiatif untuk membantu Kazutora. Mereka selalu mendukung dan menyemangati Kazutora untuk menulis balasan pertamanya.Kazutora merasakan kehangatan “rumah baru” setelah sekian lama ia tidak mendapatkannya setelah kepergian Baji.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;   Chifuyu yang mendapatkan balasan pertamanya merasa senang. Dan setelah itu, mereka selalu bertukar surat .Topik pertama selalu mengenai segala hal tentang Baji, dan masa masa kecil mereka bertiga.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;Sampai, lambat laun mereka mulai membahas hal hal pribadi mereka berdua. Mulai dari suka dan duka diri masing masing tanpa pernah lagi menyinggung soal “Baji” lagi.hangat, itu adalah hal yang dirasakan mereka berdua dikala saling bertukar surat.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;Seolah olah Baji adalah sebuah benang yang menghubungkan mereka.Karena  Baji, Kazutora mengenal sosok manis seperti Chifuyu.Karena Baji juga sehingga Kazutora dan Chifuyu mulai akrab tanpa adanya pertikaian seperti dulu lagi.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;    Sampai hari bebasnya Kazutora, Chifuyu berinisiatif untuk menjemputnya. Bahkan, Chifuyu juga sudah menyiapkan segala hal untuk Kazutora pakai nanti.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;Saat mereka bertemu, Chifuyu memberikan senyuman terbaiknya.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;“..selamat datang kembali, Kazutora.”&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;”....”&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;Kazutora tidak bisa mendeskripsikan perasaannya saat ini. Senang, sedih , dan perasaan bersalah menjadi satu.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;    Dalam perjalanan pulang, Kazutora hanya duduk diam sambil sedikit mencuri pandang ke sosok pemuda yang berada disebelahnya. Netra keemasannya menatap lurus dan sedikit merasa kagum pada sosok disampingnya yang tak lain adalah Chifuyu.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;Tak banyak berubah, kecuali Surai emasnya yang kini berubah menjadi hitam legam. Bahkan senyumannya masih seindah dulu. Setidaknya, itulah yang Kazutora pikirkan ketika melihat chifuyu.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;“ jangan menatapku seperti itu.., aku jadi tidak bisa fokus”, Chifuyu menyadari tatapan Kazutora kepadanya walau ia sedang melihat kedepan. Ntah mengapa, jantungnya seperti ingin keluar dari tempatnya. Walau begitu, ia mampu menetralkan wajahnya. Aneh. Tapi, mungkin itu adalah salah satu kehebatan Chifuyu.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;“Ah, maaf...” Kazutora menundukkan kepalanya, dan beralih menatap ke kaca spion. “hmm...” hening setelahnya.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;Sesampainya, Chifuyu langsung memperkenalkan ruangan yang akan dipakai Kazutora seterusnya. Mereka satu rumah, hanya saja Chifuyu mempunyai kamar lebih sehingga ia memberikannya kepada Kazutora.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;Malam itu mereka habiskan untuk menata barang barang Kazutora, seperti pakaian hingga perlengkapan pribadi.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;Hari begitu cepat berlalu, Kazutora dan Chifuyu pun membangun pet shop bersama yang dulu menjadi impian Baji.  Tidak ada lagi kecanggungan antara keduanya namun pertengkaran kecil masih sering terjadi.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;BLETAKK!!&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;“Hei!, Sudah berapa kali kukatakan, jangan letak makanan kucing disini..!!”Chifuyu memukul kepala Kazutora dengan pelan. “Aww..., iye maap dah..” Kazutora meringis pelan sambil memegangi kepalanya.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;Namun walau begitu, mereka selalu baikan dalam waktu singkat kemudian tertawa bersama.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;   Sosok Baji adalah hal yang paling berjasa dalam hubungan mereka. Seperti selalu mengawasi mereka, walau kini raga Baji tidak utuh lagi.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;    Chifuyu dan Kazutora pun mengunjungi makam Baji setelah sekian lama, mereka curhat semua hal yang dialami selama Baji ga ada.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;“apa kau tahu Baji-san?,aku awalnya frustasi atas kepergian mu. Terlebih lagi saat Kazutora masuk penjara, aku benar-benar merasa kesepian...”&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;Dengan sayu,Chifuyu menatap lurus ke arah batu nisan Baji.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;”...aku juga berterima kasih kepadamu, karena mu aku dan Kazutora bisa menjadi lebih akrab...”&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;Chifuyu menatap Kazutora sekilas, dan tersenyum tulus. Melihatnya, Kazutora merasakan seperti ada kupu-kupu diperutnya. Ia tersipu.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;  Lalu, dengan cepat ia membuang muka ke lain arah.  Chifuyu hanya tertawa canggung melihatnya.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;.....&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;“Maafkan kebodohanku di masa lalu. Aku dulu terlalu labil dan sekarang aku sungguh menyesalinya...”&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;”...aku bersyukur kamu adalah temanku.Sejujurnya, aku merasa nyaman ketika kamu yang selalu menyentuh pundak ku dan mencoba menghiburku dikala aku sedang hancur...”&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;“Baji..., Kuharap kamu bisa pergi dengan tenang. Dan soal Chifuyu...,aku berjanji akan menjaganya sebisaku!, jadi jangan khawatir tentang itu...”&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;Chifuyu melebarkan matanya ketika mendengar kalimat akhir dari Kazutora. Sesuatu dalam dirinya berdetak kencang, namun ia segera menutupinya karena tak ingin Kazutora mendengarnya.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;......&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;“Terimakasih, Baji-san!!”&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;Lalu, setelah itu mereka berdua membungkukkan badan untuk mengucapkan rasa  terimakasihnya.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;Angin yang berhembus lembut seperti mengatakan bahwa arwah Baji sudah pergi dengan tenang dan misinya telah berhasil. Chifuyu dan Kazutora secara bersamaan menatap langit biru seolah olah ingin mengantarkan kepergian arwah Baji.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;Setelah itu, mereka pun tersenyum bahagia.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;FIN.&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;&#xD;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>[ BAJITORAFUYU AU ]</p>

<p>⚠️ WARNING⚠️
*One shot
*Written in Indonesia ( sorry for any typo.)
*BxB//sfw,fluff, little angst.
*bajitorafuyu x torafuyu
*Read with your own risk!</p>

<p>HAPPY READING Y’ALL
 ———————————</p>

<p>     Karna Kazutora adalah anak broken home, jadi Baji berinisiatif untuk mengajaknya main keluar. Sesampainya, ia memperkenalkan Chifuyu (tetangga baru baji) yang usianya lebih muda setahun darinya. Awalnya, Kazutora masih sedikit bingung karna belum terbiasa.</p>

<p>“Oi, Kazut!, Kenalin nih tetanggaku. Namanya Chifuyu”.</p>

<p>”....”</p>

<p>”....”</p>

<p>Kazutora dan Chifuyu hanya saling pandang sebentar lalu tersenyum tanda perkenalan. Canggung, adalah hal yang mereka rrasakan
Mulai saat itu, ketiganya menjalin persahabatan.</p>

<p>  Namun, setiap mereka jalan bertiga. Kazutora hanya memperhatikan Chifuyu yang lagi asik ngobrol dengan Baji. Dalam hati, Kazutora sedikit menganggap Chifuyu adalah anak yang manis dan ceria.</p>

<p>    Ketika SMP, mereka sangat akrab . Kemana – mana pasti selalu bertiga, namun Chifuyu terkadang merasa iri  dikala melihat Kazutora yang terlalu akrab dengan Baji. Pun, Kazutora menyadari kalo chifuyu itu suka sama Baji, tapi bukannya mendukung ia malah memanas manasi Chifuyu.</p>

<p> Maka dari itu, setiap hari kerjaan mereka itu yah berantem terus, Baji yang liatnya juga udah mulai capek. Makanya ketika mereka berantem, Baji cuman liatin doang sambil ketawa. Karna menganggap cara berantem mereka itu lucu.</p>

<p>“Apa?, ngajak berantem..?!”, bentak Kazutora lalu memegang pipi Chifuyu dan mengacungkan kepalan tangannya. “Ayo!, Siapa takut..!!”Saut Chifuyu tak mau kalah, sambil mengacungkan jari tengahnya ke arah wajah Kazutora.</p>

<p>“Hahaha...” Sedangkan Baji hanya tertawa melihat perkelahian kecil mereka.</p>

<p>    Tapi, begitupun Baji selalu memperhatikan mereka seperti induk yang selalu mengawasi anak anaknya. Walau terkadang Baji juga ikut serta dalam pertengkaran tidak masuk akal mereka.</p>

<p>Kazutora juga sebenarnya mulai merasa lelah karena tiap hari selalu ribut dengan Chifuyu, bahkan seluruh sekolah juga sudah hapal tipikal mereka ketika bertemu. Tapi dia bukanlah orang yang pandai mencari topik. Jadi yah cuman dengan cara ribut, Kazutora bisa dekat dengan Chifuyu.</p>

<p>Sampai suatu hari, Baji meninggal hingga membuat Chifuyu depresi. Apalagi saat itu Kazutora juga dipenjara untuk membayar dosanya. Jadi, biasanya dia selalu curhat ke Michi. Kalau dia merindukan sosok mereka berdua, mengingat dulu mereka bertiga itu selalu akrab, kemana – mana pasti selalu bareng.</p>

<p>Nah, Takemichi nyaranin Chifuyu untuk saling bertukar surat dengan Kazutora yang saat ini berada di dalam sel penjara. Yah, itung itung cara mereka baikan, karna Michi juga udah capek liat mereka dulu yang tiap hari kerjaannya berantem mulu.</p>

<p>Awalnya ia ragu tetapi dalam lubuk hatinya, juga merasa lelah karna mengingat dulu selalu bertengkar dengan Kazutora.</p>

<p>“Mungkin ini memang ide yang bagus..”, serunya dalam hati.</p>

<p>    Lalu, surat pertama yang dikirim Chifuyu, tidak mendapat balasan. Namun Chifuyu tetap tidak berhenti mengirimkan surat pada Kazutora.</p>

<p>    Walau sebenarnya ada rasa kecewa dan marah tapi ia tidak ingin menyalahkan Kazutora. Sampai suatu hari, Chifuyu sudah mulai merasa bosan karna terus  menerus tidak mendapat balasan. Ia ingin berhenti rasanya, Karna menganggap hal yang dilakukannya itu sia sia.</p>

<p>Namun ntah kenapa, Chifuyu merasakan bahwa baji berada disampingnya dan menyemangatinya agar tak putus asa.</p>

<p>     Air matanya tiba tiba menetes dikala ia melihat foto kecil mereka bertiga, ketika bermain bersama di tepi pantai. Ia meraba foto itu, sambil menangisi kepergian Baji yang terlalu cepat baginysi</p>

<p>Di sisi lain, Kazutora selalu bersemangat ketika mendapat surat surat dari Chifuyu. Ia selalu membaca dan menyimpannya semua bahkan ia tak membiarkan orang lain untuk menyentuh surat surat tersebut.</p>

<p>Lalu teman sel Kazutora bertanya, kenapa ia tidak mencoba  membalas surat surat tersebut jikalau kazutora sendiri juga selalu senang membaca dan  menyimpannya.</p>

<p>   Ia ingin, tapi ia tidak tahu harus membalas bagaimana.Karna dia bukan orang yang ahli mencari topik pembicaraan.</p>

<p>    Karna merasa iba, semua teman selnya pun berinisiatif untuk membantu Kazutora. Mereka selalu mendukung dan menyemangati Kazutora untuk menulis balasan pertamanya.Kazutora merasakan kehangatan “rumah baru” setelah sekian lama ia tidak mendapatkannya setelah kepergian Baji.</p>

<p>   Chifuyu yang mendapatkan balasan pertamanya merasa senang. Dan setelah itu, mereka selalu bertukar surat .Topik pertama selalu mengenai segala hal tentang Baji, dan masa masa kecil mereka bertiga.</p>

<p>Sampai, lambat laun mereka mulai membahas hal hal pribadi mereka berdua. Mulai dari suka dan duka diri masing masing tanpa pernah lagi menyinggung soal “Baji” lagi.hangat, itu adalah hal yang dirasakan mereka berdua dikala saling bertukar surat.</p>

<p>Seolah olah Baji adalah sebuah benang yang menghubungkan mereka.Karena  Baji, Kazutora mengenal sosok manis seperti Chifuyu.Karena Baji juga sehingga Kazutora dan Chifuyu mulai akrab tanpa adanya pertikaian seperti dulu lagi.</p>

<p>    Sampai hari bebasnya Kazutora, Chifuyu berinisiatif untuk menjemputnya. Bahkan, Chifuyu juga sudah menyiapkan segala hal untuk Kazutora pakai nanti.</p>

<p>Saat mereka bertemu, Chifuyu memberikan senyuman terbaiknya.</p>

<p>“..selamat datang kembali, Kazutora.”</p>

<p>”....”</p>

<p>Kazutora tidak bisa mendeskripsikan perasaannya saat ini. Senang, sedih , dan perasaan bersalah menjadi satu.</p>

<p>    Dalam perjalanan pulang, Kazutora hanya duduk diam sambil sedikit mencuri pandang ke sosok pemuda yang berada disebelahnya. Netra keemasannya menatap lurus dan sedikit merasa kagum pada sosok disampingnya yang tak lain adalah Chifuyu.</p>

<p>Tak banyak berubah, kecuali Surai emasnya yang kini berubah menjadi hitam legam. Bahkan senyumannya masih seindah dulu. Setidaknya, itulah yang Kazutora pikirkan ketika melihat chifuyu.</p>

<p>“ jangan menatapku seperti itu.., aku jadi tidak bisa fokus”, Chifuyu menyadari tatapan Kazutora kepadanya walau ia sedang melihat kedepan. Ntah mengapa, jantungnya seperti ingin keluar dari tempatnya. Walau begitu, ia mampu menetralkan wajahnya. Aneh. Tapi, mungkin itu adalah salah satu kehebatan Chifuyu.</p>

<p>“Ah, maaf...” Kazutora menundukkan kepalanya, dan beralih menatap ke kaca spion. “hmm...” hening setelahnya.</p>

<p>Sesampainya, Chifuyu langsung memperkenalkan ruangan yang akan dipakai Kazutora seterusnya. Mereka satu rumah, hanya saja Chifuyu mempunyai kamar lebih sehingga ia memberikannya kepada Kazutora.</p>

<p>Malam itu mereka habiskan untuk menata barang barang Kazutora, seperti pakaian hingga perlengkapan pribadi.</p>

<p>Hari begitu cepat berlalu, Kazutora dan Chifuyu pun membangun pet shop bersama yang dulu menjadi impian Baji.  Tidak ada lagi kecanggungan antara keduanya namun pertengkaran kecil masih sering terjadi.</p>

<p>BLETAKK!!</p>

<p>“Hei!, Sudah berapa kali kukatakan, jangan letak makanan kucing disini..!!”Chifuyu memukul kepala Kazutora dengan pelan. “Aww..., iye maap dah..” Kazutora meringis pelan sambil memegangi kepalanya.</p>

<p>Namun walau begitu, mereka selalu baikan dalam waktu singkat kemudian tertawa bersama.</p>

<p>   Sosok Baji adalah hal yang paling berjasa dalam hubungan mereka. Seperti selalu mengawasi mereka, walau kini raga Baji tidak utuh lagi.</p>

<p>    Chifuyu dan Kazutora pun mengunjungi makam Baji setelah sekian lama, mereka curhat semua hal yang dialami selama Baji ga ada.</p>

<p>“apa kau tahu Baji-san?,aku awalnya frustasi atas kepergian mu. Terlebih lagi saat Kazutora masuk penjara, aku benar-benar merasa kesepian...”</p>

<p>Dengan sayu,Chifuyu menatap lurus ke arah batu nisan Baji.</p>

<p>”...aku juga berterima kasih kepadamu, karena mu aku dan Kazutora bisa menjadi lebih akrab...”</p>

<p>Chifuyu menatap Kazutora sekilas, dan tersenyum tulus. Melihatnya, Kazutora merasakan seperti ada kupu-kupu diperutnya. Ia tersipu.</p>

<p>  Lalu, dengan cepat ia membuang muka ke lain arah.  Chifuyu hanya tertawa canggung melihatnya.</p>

<p>.....</p>

<p>“Maafkan kebodohanku di masa lalu. Aku dulu terlalu labil dan sekarang aku sungguh menyesalinya...”</p>

<p>”...aku bersyukur kamu adalah temanku.Sejujurnya, aku merasa nyaman ketika kamu yang selalu menyentuh pundak ku dan mencoba menghiburku dikala aku sedang hancur...”</p>

<p>“Baji..., Kuharap kamu bisa pergi dengan tenang. Dan soal Chifuyu...,aku berjanji akan menjaganya sebisaku!, jadi jangan khawatir tentang itu...”</p>

<p>Chifuyu melebarkan matanya ketika mendengar kalimat akhir dari Kazutora. Sesuatu dalam dirinya berdetak kencang, namun ia segera menutupinya karena tak ingin Kazutora mendengarnya.</p>

<p>......</p>

<p>“Terimakasih, Baji-san!!”</p>

<p>Lalu, setelah itu mereka berdua membungkukkan badan untuk mengucapkan rasa  terimakasihnya.</p>

<p>Angin yang berhembus lembut seperti mengatakan bahwa arwah Baji sudah pergi dengan tenang dan misinya telah berhasil. Chifuyu dan Kazutora secara bersamaan menatap langit biru seolah olah ingin mengantarkan kepergian arwah Baji.</p>

<p>Setelah itu, mereka pun tersenyum bahagia.</p>

<p>FIN.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://yum1e.writeas.com/bajitorafuyu-au</guid>
      <pubDate>Tue, 10 Aug 2021 22:48:58 +0000</pubDate>
    </item>
  </channel>
</rss>